oleh

BI Latih UMKM Pencatatan Keuangan dan Edukasi QRIS

-Ekonomi-99 views

MANOKWARI – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat kembali melakukan pelatihan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pelatihan tentang pencatatan transaksi keuangan dan edukasi Quick Respon Indonesia Standar (QRIS).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, Rut Eka Trisilowati mengatakan, seiring perkembangan waktu informasi teknologi terus berkembang. Sedangkan jasa transfer keuangan telah beralih ke teknologi.
‘’Karena itu penting bagi teman-teman UMKM untuk belajar mengapa BI peduli dengan teknologi dan infrastruktur sistem pembayaran,’’ ujar Eka Trisilowati saat pembuka pelatihan, Kamis (27/5).
Filosofi bank central lanjut Eka Trisilowati, ada pada sistem pembayaran menaungi sisi yang kelebihan dana dan kekurangan dana atau ada transaksi.

‘’Bank central itu punya otoritas tunggal mengatur sistem pembayaran. Bank Indonesia memfasilitasikan kecepatan transaksi dan teknologinya terjadi,’’ jelasnya.
Salah satu sistem pembayaran yang sedang digalakan saat ini adalah QRIS yang di-launching Agustus 2019, sebelum pandemi virus corona (Covid-19). Sistem pembayaran ini hanya dengan menggunakan handphone, tak ada kontak fisik, sehingga dinilai sangat tepat mencegah penularan Covid-19.
Eka Trisilowati mengatakan, Bank Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menaungi UMKM, sehingga terus melakukan pendampingan, pembinaan serta peningkatan kapasitas dalam pencatatan transaksi keuangan. ‘’Kita mau UMKM di Papua Barat ini bisa tumbuh dan berkembang tanpa harus tergantung pada institusi lain. Tidak tergantung pada CSR, tidak tergantung pada dana hibah, tetapi bisa mengandalkan profit untuk mengembangkan usaha, bahkan bisa membina SDM lainnya di Papua Barat,’’ tandasnya.
Pelatihan pencatatan transaksi keuangan dan edukasi Quick Respon Indonesia Standar (QRIS) diikuti 52 pelaku UMKM dan Gen BI. Diharapkan output yang diharapkan, UMKM dapat mengelola keuangan dengan memanfaatkan teknologi.
Ketua Dekranasda Provinsi Papua Barat, Ny Yuliana Mandacan menyampaikan ucapan terima kasih yang telah melakukan pelatihan bagi UMKM. BI telah berperan aktif membina UMKM.
‘’Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Bank Indonesia karena kesekian kalinya bekerjasama, di antaranya pelatihan pemintal noken, pengolahan suku,’’ ucapnya.
Berbagai pihak menurut Ketua Dekranasda akan terus mendukung pengembangan UMKM di Papua Barat. Banyak ruang pengembangan UMKM, seperti pelatihan pencatatan transaksi keuangan dan edukasi QRIS.

PMB OPBJJ-UT Sorong

‘’Laporan keuangan sangat dibutuhkan termasuk oleh perbankan dalam menilai kondisi keuangan UMKM ketika akan menyalurkan kredit pembiayaan,’’ ujarnya.
Transaksi keuangan non tunai semakin berkembang. Semua pihak termasuk UMKM harus bisa beradaptasi dengan fitur pembayaran non tunai.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed