oleh

BI Kembangkan Sistem Pembayaran BI Fast Payment (BI-FAST)

-Ekonomi-69 views

MANOKWARI – Bank Indonesia telah memulai program pengembangan BI Fast Payment (BI-FAST)pada tahun 2021 sebagai salah satu inisiatif utama implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat Rut W. Eka Trisilowati mengatakan, BI-FAST bertujuan mewujudkan infrastruktur Sistem Pembayaran (SP) ritel nasional yang lebih efisien untuk menyediakan layanan transfer dana/pembayaran yang real time gross dan 24/7 tanpa henti.
Dikatakan, Eka Trisilowati, BI-FAST secara perlahan akan menggantikan peran Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan ketika telah diimplementasikan secara penuh diharapkan menjadi tulang punggung infrastruktur SP Ritel di Indonesia bersama-sama dengan GPN.

‘’Sebagai infrastruktur sistem pembayaran, layanan BI FAST tentunya diharapkan dapat membantu kelancaran masyarakat dalam mendorong transaksi keuanganyang cepat, mudah, murah, aman, dan handal,’’ ujarnya kepada wartawan, Minggu (24/1/2021).
Di era digitalisasi, lanjut dia, BI-FAST juga hadir untuk mengakomodir dan memfasilitasi pembayaran dengan skema direct to account, baik transfer kredit maupun transfer debit, serta transaksi berbasis uang elektronik (UE) maupun kartu. Beda halnya dengan BI-Real Time Gross Settlement (RTGS) dan SKNBI, BI-FAST memiliki keunggulan dari segi biaya transaksi, waktu beroperasi, kecepatan transaksi, dan batas minimal nominal transaksi antar bank.
Seiring dengan signifikansi peningkatan volume, menurut Eka, transaksi uang elektronik tahun 2019 sebesar 78,83% (yoy), kontribusi uang elektronik server base dsemakin besar terhadap peningkatan volume transaksi non tunai. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut di atas serta upaya mencapai visi Sistem Pembayaran 2025 yang menjamin interlink antara fintech dan perbankan untuk menghindari risiko shadow banking, Bank Indonesia mendorong partisipasi keterlibatan pihak non-bank dalam kepesertaan BI-FAST. Dengan demikian, proses digitalisasi transaksi diharapkan akan lebih cepat berjalan.
Pihak non-bank yang ingin berpartisipasi sebelumnya harus mengantongi izin Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) sesuai peraturan Bank Indonesia yang berlaku.

‘’Mengingat banyaknya tahapan yang harus segera diselesaikan, tahun 2021 merupakan tonggak krusial dalam pengembangan aplikasi Sistem Pembayaran Ritel di Bank Indonesia sehingga ­diharapkan fast payment untuk transfer dalam terlaksana pada tahun 2021. Kick off pengembangan aplikasi yang telah dilakukan pada 15 Januari 2021 memiliki rencana implementasi dalam beberapa tahapan yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2023,’’ ujarnya lagi.
Ditambahkan, keberhasilan BI-FAST membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak serta dukungan dari kalangan industri sistem pembayaran. Bank Indonesia mengajak keterlibatan aktif seluruh pihak untuk memujudkan sistem pembayaran yang efisien dan andal. Ke depannya, Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk meningkatkan transaksi secara non-tunai sebagai bagian dari upaya menuju digitalisasi 4.0.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed