oleh

Besok, 19 Paslon Bertarung di Pilkada

MANOKWARI – Sebanyak 400.730 pemilih di 9 kabupaten se-Provinsi Papua Barat akan menyalurkan hak pilih dalam pilkada serentak 9 Desember, memilih calon bupati-wakil bupati periode 5 tahun mendatang. Penyelenggara telah melaksanakan persiapan Pilkada di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Kaimana, Fakfak, Sorong Selatan dan Raja Ampat.

Pilkada di Manok­wari diikuti 2 pasangan calon, Sius Dowansiba-Moses Rudy Timisela dan Hermus Indou-Edi Budoyo, Pilkada Manokwari Selatan hanya diikuti paslon tunggal sekaligus pertahana, Markus Waran-Wempy Rengkung, di Pegunungan Arfak paslon tunggal dan juga petahana Yosias Saroy-Marinus Mandacan.

Pilkada di Teluk Wondama diikuti 4 paslon, Paulus Indubri-Kuro Matani, Elysa Auri-Fery Auparay, Bernadus Imburi-Zeth Marani dan Hendrik Mambor-Andarias Kayukatuy. Di Teluk Bintuni 2 Paslon, Ali Ibrahim Bauw-Yohanes Manibuy dan Ir Petrus Kasihiuw,M.T – Matret Kokop,SH. Di Kaimana, pilkada diikuti 2 paslon, Fredie Thie-Hasbullah Furuada, dan Rita Teurupun-Leonardo Syakema. Pilkada di Fakfak diikuti 2 paslon, Samaun Dahlan dan Clifford Hendrik Kelly Ndandarmana serta Untung Tamsil dan Yohana Dina ­Hindom.

Pilkada di Sorong Selatan diikuti 4 paslon, Samsudin Anggiluli, SE, MTr. APN-Drs Alfons Sesa MM (SAMSON),  Yance Salambauw SH,MH-dr Felix Duwith,  Piter Konjol,SE,MM-Madun Narwawan, dan Yunus Saflenbolo Alexs-Dedaida. Serta Pilkada di Raja Ampat, hanya satu pasangan calon Abdul Faris Umlati-Orideko Iriano Burdam. 

Data yang diperoleh dari KPU Provinsi Papua Barat, di Raja Ampat terdapat 35.221 pemilih, dengan 204 TPS tersebar di 121 kampung dan 24  distrik. Di Sorong Selatan, 43.793 pemilih, 165 TPS tersebar di 123 kampung, 15 distrik. Di Teluk Bintuni, 42.144 pemilih, 188 TPS tersebar di 117 kampung/kelurahan, 24 distrik.

Di Fakfak terdapat 49.705 pemilih, 253 kampung/kelurahan, 17 distrik. Di Manokwari 139.809 pemilih, 500 TPS tersebar di 173 kampung/kelurahan, 9 distrik. Pegunungan Arfak 33.374 pemilih, 166 TPS tersebar di 166 kampung, 10 distrik. Di Manokwari Selatan terdapat 30.396 pemilih, 112 TPS tersebar di 57 kampung, 6 distrik. Teluk Bintuni terdapat 26.287 pemilih, 120 TPS tersebar di 76 kampung/kelurahan, `13 distrik. Di Kaimana terdapat 30.385 pemilih, 172 TPS tersebar di 86 kampung/kelurahan, 7 distrik.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya melaporkan kesiapan pilkada pada rapat dengan Kantor Staf Kepresiden dihadiri Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Senin (7/12). Dia menilai, Pilkada serentak di 9 kabupaten siap gelar. Kesiapan pilkada dapat dilihat dari 5 sisi, yakni, keabsahan calon, ketersediaan anggaran, pengadaan logistik dan penguatan kapasitas kelembagaan serta penerapan protokol kesehatan saat pemungutan suara 9 Desember. 

Terpenting saat ini lanjut Paskalis, semua pihak bersama-sama mendorong masyarakat agar tidak takut atau kuatir datang ke TPS.  Masyarakat jangan berpikiran di TPS rawan penularan virus corona. “Sepanjang kita pakai masker, cuci tangan atau menerapkan protokol kesehatan, kita akan aman,” ucapnya. Petugas KPPS beberapa hari sebelum pemungutan suara telah menjalani rapid test. KPU juga akan memfasilitasi pemilih yang positif Covid-19 untuk menyalurkan hak pilih. “Petugas akan memakai baju hazmat untuk melayani pemilih yang positif Covid-19, juga memakai sarung tangan,” tutur Paskalis.

Kantor Staf Kepresidenan Pantau Persiapan Pilkada di Papua Barat

Kantor Staf Kepresidenan memantau persiapan pelaksanaan Pilkada serentak di Provinsi Papua Barat. Bertempat di Swiss-belhotel Manokwari, Senin (12/7), Deputi V Staf Kepresidenan, Rumadi Ahmad melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, dihadiri Ketua KPU PB Paskalis Semunya, Komisioner Bawaslu, Irdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Steve Parengkuan, Kapolda Papua Barat diwakili Karo Ops Kombes Pol Tri Atmodjo, serta beberapa pejabat Provinsi Papua Barat.

Ditemui wartawan usai bertemu Gubernur dan sejumlah pejabat Provinsi Papua Barat, Deputi V Staf Kepresidenan, Rumadi Ahmad mengatakan, pihaknya berkunjung ke Papua Barat untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkada 9 Desember. Menurutnya, pilkada kali ini merupakan keputusan politik yang sangat berat diambil pemerintah karena dilaksanakan dalam kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Pilkada serentak 2020 ini lanjut Rumadi Ahmad, tidak hanya demokratis dan jurdil, tetapi juga sehat menerapkan protokol kesehatan. Kantor Staf  Kepresidenan mengecek kesiapan penyelenggara KPU, Bawaslu, aparat keamanan TNI, Polri, dukungan pemerintah serta Satgas Penanganan Covid-19. Dari pemaparan Gubernur, Ketua KPU, Bawaslu, Karo Ops Polda Papua Barat, Irdam XVIII/Kasuari, Rumadi Ahmad menilai Papua Barat sudah siap melaksanakan pemungutan suara 9 Desember. 

Persiapan pilkada kali ini berbeda dengan sebelumnya, tak hanya menyoroti logistic dan pengamanan.  Pemungutan suara di TPS wajib memperhatikan protokol kesehatan  sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19. 

Mengantisipasi kerawanan, Polda  Papua Barat dan Kodam Kasuari telah menyiapkan personel. Bahkan telah didatangkan personel BKO Brimob Nusantara sebanyak 500 orang, disebar ke beberapa kabupaten, Teluk Bintuni, Raja Ampat, Kaimana, Manokwari dan Sorong Selatan. Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Patrige Renwarin mengatakan, ada 4 kabupaten yang dianggap rawan Pilkada, Manokwari, Teluk Bintuni, Raja Ampat dan Kaimana. Pada 4 daerah tersebut telah dilakukan penebalan personel keamanan. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed