oleh

Bertambah 6 Positif di Kabsor

MANOKWARI – Gugus Tugas Covid-19 dan Pemerintah Provinsi Papua Barat sedang mempersiapkan fase new normal atau tatanan hidup baru. Namun demikian, jumlah kasus positif virus corona di daerah ini terus meningkat. Pada Kamis (9/7), di Papua Barat ada ­tambahan 6 kasus baru positif virus corona, semuanya dari Kabupaten Sorong. Hingga kemarin, ­kasus positif telah mencapai 272 orang. Kasus ­tertinggi di Kota Sorong 109 orang.

Data yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 PB, dr. Arnold Tiniap, sampai kemarin, angka kesembuhan sebanyak 186 orang (68,4 persen). Sedangkan kematian 24 orang, 4 di antaranya terkonfir­masi positif dari Kota Sorong.

Sebaran kasus positif di 13 kabupaten/kota di Papua Barat, Kota Sorong 109 kasus 56 sembuh (51,38 persen), Kabu­paten Sorong 59 kasus dan 47 sembuh (79,66  persen),  Kabu­paten Teluk Bintuni 50 orang 50 sembuh (100 persen), Manokwari 21 kasus 10 ­sembuh (47,62 persen), Raja Ampat 19 kasus 13 sembuh (68,42 Persen), Teluk Wondama 7 orang 5 sembuh (71,43 persen), Fakfak 5 kasus 4 sembuh (80 persen), Kaimana 1 orang masih dirawat, Manokwari Selatan 1 kasus sudah sembuh. Empat kabupaten, Maybrat, Pegunungan Arfak, Tambrauw dan Sorong Selatan belum ditemukan kasus positif.

OTG (orang tanpa gejala), ada tambahan 33 orang, 22 dari Manokwari, 9 dari Kabupaten Sorong dan 2 dari Teluk Wondama. Totalnya OTG 3.440 orang, 1.253  masih dalam peman­tauan dan 2.187 selesai pemantauan.  ODP (orang dalam peman­tauan) tambahan 1 orang dari Manokwari. Total ODP, 1.324 orang, 227 masih dalam pemantauan dan 1.096 selesai pemantauan. Sedangkan PDP (pasien dalam pengawasan) tidak ada tam­bahan. Totalnya  119 orang, 21 masih dalam pengawasan dan 98 selesai pengawasan.

Jubir Gugus Tugas mengajak seluruh masyarakat untuk memulai beradaptasi dengan kebiasaan baru,yakni melak­sanakan upaya-upaya pencegahan dengan memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, dan jarak jarak saat  interaksi dengan orang lain. “Kebiasaan baru ini ­harus dilaksanakan, tidak ada tawar-menawar, supay kita tidak sakit, supaya kita tidak tertular,” tandasnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed