oleh

Bersifat Sakral, Digunakan Diberbagai Kegiatan

-Metro-74 views

Salah satu contoh yang terjadi di Kabupaten Sorong yakni, ganti rugi adat apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain hukuman pidana yang harus dijalani, tak jarang pelaku juga dibebankan dengan tuntutan adat yang harus diselesaikan, sesuai dengan kesepakatan. 

Dalam penyelesaian tuntutan adat tersebut, beberapa kali pelaku terlihat menyerahkan kain timur, kain merah dan kain hitam dengan jumlah yang tak sedikit kepada keluarga korban, sesuai dengan arahan dari ketua adat. “Kalau kain hitam justru lebih berbahaya, tapi semua tergantung dari kesepakatan,”kata korneles. 

Tidak hanya itu, kain merah yang dianggap sakral juga sering ditemukan dalam kekecewaan masyarakat adat sebagai bentuk protes. Beberapa kali, aksi protes yang terjadi di Kabupaten Sorong, sering kali menggunakan kain merah sebagai lambang untuk menghalangi aktivitas, tidak hanya di perusahaan tetapi juga di pemerintahan. 

Dengan digunakannya kain merah tersebut, secara otomatis, permasalahan yang terjadi tersebut harus diselesaikan secara adat oleh para ketua adat yang memahami hal tersebut. Sehingga, kain merah yang digunakan tidak boleh dipermainkan. 

Tidak hanya dalam keadaan protes ataupun berduka, kain merah juga kerap kali mewarnai acara pernikahan masyarakat Suku Moi. Pemberian kain merah, sering disertakan dengan kain timur dan piring gantung. Namun, menurut Korneles, pemberian tersebut kembali pada kesepakatan antar kedua pihak, baik keluarga laki-laki ataupun perempuan. 

“Berapa banyaknya, itu tergantung dari kedua pihak,” ucapnya. 

Menurut Korneles, di Papua Barat sendiri ada 5 suku yang menggunakan kain merah tersebut, Suku Moi, Ayamaru, Teminabuan, Fakfak dan Bintuni. Untuk itu, dari masing-masing suku kerap mempunyai makna tersendiri. 

Harga kain merah sendiri cukup beragam, namun tak juga murah. Untuk satu gulungan kain merah 50 meter seharga Rp 700 ribu, namun tergantung pada ukuran besar kain, karena harganya juga mencapai hingga Rp 3 juta di pasaran. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed