oleh

Berkerumun Terancam Dipidana

JAYAPURA – Setelah melakukan serangkaian himbuan,  Polda Papua dan jajarannya mulai mengambil langkah tegas bagi warga yang beraktivitas melawati waktu  yang ditetapkan pemerintah yakni  pukul 14.00 WIT. Polisi akan menjerat warga dengan pasal berlapis jika tak menuruti himbauan membubarkan diri dari kerumunan atau malah melawan petugas.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal,SH mengatakan, polisi akan mengedepankan tindakan humanis dan persuasif sebelum menindak warga yang masih nekat berkerumun di tengah pandemi virus corona. “Bagi warga yang tidak menuruti himbauan polisi atau melawan petugas saat memberikan himbauan dapat dijerat dengan pasal 212 KHUP, 216 KUHP dan Pasal 218 KUHP,” tegasnya.  “Tindakan tegas akan diambil setelah Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Papua menyepakati bahwa pembatasan aktifitas yang akan diterapkan mulai tanggal 18 Mei hingga 4 Juni 2020,” sambungnya.

Ditambahkan, rapat koordinasi pada Senin 11 Mei lalu telah menyepakati bahwa 3 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura menerapkan pembatasan aktiftas dari Pukul 14.00 hingga Pukul 06.00 WIT. “Telah dilakukan sosialisasi dan penempelan stiker di tempat tempat umum dan kendaraan umum lainnya sebagai bentuk himbauan kepada warga, sehingga pada saat waktu yang telah ditentukan nanti warga tidak kebingungan dengan langkah langkah yang telah diambil pemerintah. Ini semua dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Papua,” pungkasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed