Berita Terkini, Pedagang Car Freeday di Thamrin Mengaku Diperas Rp 250 Ribu!

radarsorongnews.com – Indonesia tidak mudah terlepas dari kasus pemalakan dan pemerasan. Seolah, kasus tersebut telah menjadi darah daging Republik Indonesia yang tidak akan punah sedikitpun. Dan berkaitan akan hal tersebut, baru-baru ini publik dihebohkan dengan pernyataan seorang pedagang car freeday yang selalu berjualan di Thamrin, Jakarta Pusat. Ia mengaku, bahwasanya sudah di peras oleh pihak tidak bertanggung jawab hingga kehilangan uang ratusan ribu. Lantas saja, berita tentang pedagang car freeday Thamrin diperas menjadi perbincangan hangat banyak orang. 

Pedagang tersebut bernama Samuel. Melansir dari sumber Detik.com, mengatakan bahwa Samuel sangat sedih karena diperas hingga Rp 250 ribu ketika berjualan di Thamrin. Menurut pengakuannya, pelaku berdalih ‘uang lapangan dan uang pengawasan’ agar para pedagang menuruti nya. Samuel yang baru mengalami kejadian pemalakan dan pemerasan dua kali itu pun enggan diam. Karena, terdapat pedagang lainnya yang mengalami kasus sama berulang kali. 

Terakhir kali pemerasan yang dialaminya, pada Minggu, 16 Januari 2022 lalu. Saat itu, Samuel yang baru menggelar lapak di Thamrin dan menyusun produk jualnya, pada pukul 06.47 WIB, sudah diperas oleh sekelompok pelaku dan meminta uang. Melihat pemaksaan yang dilakukan oleh pelaku, korban melaporkan kejadian pemerasan tersebut kepada pihak kepolisian, pada Minggu, 20 Februari 2022 lalu. 

Ketika ditanyakan tentang tempat yang sering digunakannya untuk menggelar lapak jual, korban menuturkan bahwa ia selalu berada di depan halte Tosari, Jl. MH. Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Padahal, ia belum mendapatkan satu pun pembeli, akan tetapi sudah di peras oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab. 

“Menurut keterangan korban yang kami terima saat melapor, korban berdagang saat car freeday. Waktu di pagi hari, korban sudah dimintai uang dengan alasan uang lapangan dan uang pengawasan sebesar Rp 250 ribu,” ujar Kombes Zulpan, selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, yang kami lansir dari sumber Detik.com, pada Senin, 21 Februari 2022 kemarin. Kemudian selang satu minggu kemudian, saat korban berjualan di tempat yang sama dan menggelar lapak jualnya di waktu yang sama pula, pelaku kembali dan meminta uang dengan jumlah sama kepada korban. 

Namun, terakhir kali korban mengalaminya, pelaku cenderung memaksa hingga menggunakan nada suara keras agar diberikan uang sebesar Rp 250 ribu. “Atas kejadian pemerasan oleh pelaku, korban telah mengalami kerugian sebesar Rp 500 ribu,” katanya. Kini, kepolisian sedang dalam proses menyelidiki pelaku pemerasan yang selalu meminta uang dengan dalih uang pengawasan dan uang lapangan kepada para pedagang car freeday.

Pedagang Mengaku Diperas Rp 250 Ribu ( Sumber Foto : Detik )

Polisi Menyelidiki Kasus Pedagang Car Freeday Thamrin Diperas

 

Karena mendapatkan laporan atas tindakan pemerasan oleh sekelompok pelaku dengan menggunakan alasan uang lapangan dan uang pengawasan, kepolisian pun tidak tinggal diam dan sedang melakukan proses penyelidikan. “Memang betul, kami telah menerima laporan pemerasan oleh korban ke Polres Jakarta Pusat. Menurut pengakuannya, korban di peras sejumlah uang sebesar 250 ribu rupiah. Korban mengalami kejadian tersebut sebanyak dua kali dan rugi 500 ribu rupiah,” ujar Kombes Zulpan, selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, yang kami lansir dari sumber Detik.com, pada Senin, 21 Februari 2022 kemarin. 

Zulpan pun meyakinkan kepada korban bahwasanya kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Tidak berhenti di situ saja, ketika Samuel (korban pemerasan) melaporkan kasus yang dialaminya ke kepolisian, rupanya terdapat sejumlah pedagang car freeday lainnya yang turut angkat bicara. Menurut para pedagang tersebut, dalih pemerasan sangat tidak masuk akal. Selain itu, para pedagang pun ketakutan apabila pelaku tidak diberikan uang dengan nominal yang telah diminta. 

Apabila pelaku tidak diberikan uang, maka akan terjadi pemaksaan dan keributan di lokasi. Hal ini juga dialami oleh Samuel. Samuel mengaku, bahwa terakhir kali ia mengalami kasus pemerasan oleh sekelompok pelaku, dirinya dipaksa hingga pelaku membentak dengan nada suara keras dan tinggi untuk diberikan sejumlah uang yang diminta. Samuel yang enggan ribut dengan sejumlah pelaku, akhirnya menuruti kemauan mereka dan memberikan uang Rp 250 ribu. 

Kasus pedagang car freeday Thamrin diperas sedang dalam proses penyelidikan dan kepolisian mendapatkan saksi agar mempermudah penangkapan pelaku.

Previous post Heboh! Manchester United Mengalahkan Leeds United, Hasil Skor 4-2!
Next post Buletin Teranyar MotoGP 2022, Suasana Sirkuit Mandalika Semakin Optimal!