oleh

Berharap 132 Kampung jadi Kado Diakhir Jabatan

SORONG– Sebelum mengakhiri masa jabatan 20 anggota DPR Kabupaten Maybrat periode 2014-2019, Rancangan Peratuan Daerah (Raperda) usul inisiatif DPRD yang telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang pemekaran 17 distrik 1 calon kelurahan dan  132 kampung pemekaran di Kabupaten Maybrat dalam tahap konsultasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sehingga diharapkan dapat tertuang dalam lembaran negara dan diberi penomoran sebagai kampung definitif. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa,SE kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler.

Ia menjelaskan, Perda usul inisiatif DPRD tentang Pemekaran Distrik dan Kampung yang telah ditetapkan dalam forum paripurna istimewa tahun 2015. Setelah berkonsultasi secara berjenjang baik ke Biro Hukum  Provinsi Papua Barat dan Kementerian Dalam Negeri, ada dua dokumen yang oleh Kemendagri minta supaya harus dilengkapi, yakni peta kewilayahan calon daerah otonom kampung dan calon caerah otonom distrik serta naskah kajian akademik.

“Untuk dua tahapan itu, (peta wilayah dan kajian akademik) sudah jalan. Untuk kajian akademik kami telah bekerja sama dengan Uncen” tandasnya.

Dirinya berharap sebelum akhir bulan Oktober, dua dokumen yang diminta Kemendagri rampung sehingga dapat disampaikan ke Kemendagri untuk melengkapi persyaratan dan selanjutnya dapat ditetapkan serta diberi penomoran dalam lembaran negara.

“Perda Nomor 4,5 dan 6 tentang Pemekaran Distrik, Kelurahan dan Kampung pada tahun 2015 sudah kami tetapkan dan mendapat persetujuan dari Gubernur Papua Barat, kemudian dikonsultasikan lanjut ke Kemendagri dan ternyata setelah mengecek dokumen yang ada masih kurang dua dokumen yaitu peta batas batas wilayah dan kajian akademik” ebbernya.

Ditambahkannya, mengapa pihaknya bekerja sama dengan Uncen, karena Uncen merupakan pelaku sejarah yang menyusun draf UU Otsus sehingga banyak mengetahui tentang karakteristik dan geografis wilayah hukum adat dan pemerintahan di tanah Papua dan Papua Barat. Diharapkan sebelum mengakhiri masa jabatan anggota DPRD Kabupaten Maybrat pada tanggal 20 November mendatangm, 132 kampung satu kelurahan yakni kelurahan Kumurkek dan 17 distrik dapat disaahkan menjadi kampung, kelurahan dan distrik definitif. (ris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed