oleh

Berdalih Roh Gaib, Tega Aniaya Anak Tiri

JAYAPURA – Seorang ibu rumah tangga berinisial ES (48), diamankan aparat Satreskrim Polres Nabire. Warga Jalan Mamoribo Smoker Kelurahan Siriwini Distrik Nabire ini diamankan karena menganiaya NN, bocah berusia 5 tahun yang merupakan anak tirinya.

Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Dion mengungkapkan, pihanya pada  2 Desember 2019 sekitar pukul 21.00 WIT mendapat informasi terjadinya kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Awalnya, korban sedang  tidur di dalam kamar seorang diri. Saat terbangun, korban hendak buang air besar ke kamar mandi, namun korban takut karena pelaku tidur di ruangan tengah. Karena ketakutan, korban akhirnya  buang air di celana dan di simpan oleh korban di dalam tumpukan pakaian bersih.

Pelaku yang  tidur kemudian  mencium bau kotoran dan cari di dalam kamar dan mendapati korban menaruh kotorannya di dalam tumpukan pakaian kotor. Mengetahui hal itu, pelaku marah lalu memukul korban sebanyak satu kali dengan tangan terbuka, mengenai wajah bagian mata korban. Pelaku kemudian melarang korban menangis agar tidak terdengar kakak dan adik korban di kamar depan. “Pelaku katakan bahwa yang memukul korban itu setan atau roh gaib. Keesokkan harinya korban, bangun dengan mata sudah lebam dan membiru di sekitar kedua bola mata dan korban mengalami panas demam,” jelas Dion kepada wartawan, Selasa (10/12).

Pelaku yang takut kemudian  menghubungi suami di tempatnya bekerja, untuk turun dan melihat kondisi korban. Karena semakin takut, pelaku menyampaikan kepada tetangga bahwa korban demam dan mungkin karena ulah setan  yang memukul korban, tapi tetangga sarankan korban untuk dibawa ke Rumah Sakit.

Anggota Polres Nabire yang mendapatkan laporan tersebut, langsung mendatangi RSUD Nabire menyaksikan sendiri kondisi keadaan korban yang dalam penanganan medis. Tampak kedua bola mata korban biru lebam, korban menggunakan bantuan oksigen untuk pernafasan, serta memakai kateter karena lemas dan belum bisa bangun melakukan aktifitas. “Pelaku merupakan orang tua sambung atau ibu tiri korban. Korban kerap kali mendapat tindakan kekerasan sejak pindah ke Nabire. Pelaku marah dan emosi setiap kali melihat korban, pelaku selalu teringat akan almarhum ibu dan kelurga korban sehingga pelaku emosi dan selalu melakukan kekerasan tersebut terhadap korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Nabire. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed