oleh

Bendahara Kabur, Gaji Guru Nunggak Rp 1,2 Miliar

JAYAPURA-Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mamberamo Raya belum membayarkan gaji  sejumlah guru di  daerah tersebut sejak Juni lalu mencapai Rp 1,2 miliar, termasuk gaji 13 dan 14. Tertundanya pembayaran gaji guru ini disebabkan sejumlah hal, diantaranya Bendahara Dinas berinisal FW  yang pergi dan hingga kini belum diketahui keberadaanya. Adapun rincian gaji yang belum dibayar berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten  Mambermo Raya, meliputi gaji bulan Juni sebesar Rp 16.110.623, gaji bulan Juli sebesar Rp 32.783.127, gaji 13 sebesar Rp 746.343.800 dan gaji 14 sebesar Rp 406.548.340.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mamberamo Raya Benediktus Awoye  kepada  wartawan di Jayapura, Kamis (8/8) mengakui adanya tunggakan gaji, total 218 guru yang belum mendapatkan haknya. “Memang ada gaji guru di Mamberamo Raya yang belum dibayarkan, tetapi bukan semua guru karena sebagian besar sudah dibayarkan,” katanya.

Dijelaskan, akibat gaji belum dibayarkan, proses belajar mengajar di 98 sekolah yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya, selama satu bulan lumpuh karena para guru melakukan aksi mogok mengajar. “Untuk gaji Juni 2019, hanya 5 guru yang gajinya belum diberikan, lalu Juli 13 guru belum menerima hak bulanannya. Selain gaji rutin, ada 110 guru yang belum menerima gaji ke-13 dan 87 guru belum mendapat gaji ke-14,” jelasnya.

Selama ini lanjut Benediktus, system  pembayaran gaji di Mamberamo Raya menggunakan pola transfer antar rekening, namun karena diketahui ada guru yang tidak berada di tempat tugas maka gaji dibayarkan secara manual. Ia mengklaim bila guru-guru yang belum menerima gaji adalah mereka yang tidak berada di tempat tugas dan kemudian menghasut guru lainnya untuk melakukan aksi mogok mengajar. “Selama ini gaji ditransfer tapi ada guru yang tidak melaksanakan tugas, akhirnya kita ambil tindakan untuk tidak membayarkan gaji sampai masalah selesai,” tuturnya.

Selain itu, masalah belum terbayarnya gaji sejumlah guru, salah satunya disebabkan  karena kaburnya bendahara gaji Dinas Pendidikan Mamberamo Raya yang berinisial FW. Menurut Benediktus, masalah tersebut kini sudah ditangani Polres Mamberamo Raya. “Masalah ini kini sedang ditangani dan Pemkab Mamberamo Raya siap membayarkan tunggakan senilai Rp 1,2 miliar tersebut. Bagi para guru yang tidak bermasalah dengan gajinya untuk kembali ke tempat tugas karena sudah sekitar 1 bulan peserta didik tidak terlayani,” pungkasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed