oleh

Belum Semua Sekolah Laksanakan KBM Tatap Muka

-Metro-108 views

SORONG-Hari ini merupakan hari kedua Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka. Namun pada KBM tatap muka perdana di saat pandemi Covid-19, masih ada beberapa sekolah di wilayah Kota Sorong yang belum melaksanakan KBM Tatap Muka karena perlu menyiapkan prokes dan hal-hal yang berkaitan sesuai dengan SK wali kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong, Petrus Korisano, SPd,MPd ketika melakukan monitoring ke sekolah untuk memastikan sekolah-sekolah yang telah melaksanakan KBM Tatap Muka di Kota Sorong, Rabu 17 Maret 2021.

“Kami memonitoring pelaksanaan tatap muka sesuai SK wali kota. Dari sekian sekolah yang telah melaksanakan tatap muka sesuai dengan SK wali kota dan ada ketentuan-ketentuan yang telah kami tetapkan sebagai acuan untuk pelaksanaan tatap muka dalam masa Covid-19. Jumlah sekolah yang sudah siap melaksanakan tatap muka TK ada 45 sekolah dari total 46 TK di Kota Sorong, sedangkan SD sudah 87 sekolah dari total SD di Kota Sorong 90, kalau SMP seluruhnya telah melaksanakan tatap muka. Kalau SMA kami tidak monitoring karena tanggung jawab provinsi dan ada pengawas dari SMA yang dipercayakan,” jelasnya usai melakukan monitoring ke sekolah-sekolah, Rabu (17/3).

Korisano juga mengatakan bahwa sudah 98% untuk persentase sekolah-sekolah yang telah membuka KBM tatap muka dan dalam pelaksanaan KBM tatap muka, sekolah-sekolah dan siswa yang telah menerapkan protokol kesehatan dan aturan sudah sesuai dengan SK wali kota.

“Mengacu pada SK wali kota, kalau tidak ada kasus Covid-19, tetap kita berjalan terus seperti normalisasi pada tahun-tahun sebelumnya. Jadi kita mengamankan SK wali kota. Kalau ada kasus baru kita sampaikan ke pak wali kota untuk ditinjau kembali,” jelasnya.

Sementara itu, pantauan Radar Sorong ke beberapa sekolah yang telah melakukan KBM tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya adalah di bagian depan per kelas terdapat tempat cuci tangan, sabun dan tisu untuk siswa dan guru mencuci tangan. Kemudian terlihat begitu tinggi antusias dari para orang tua yang mengantarkan anak-anaknya. Dan siswa yang berdatangan ke sekolah disambut para guru dengan penuh senyuman hangat.

Guru dan security yang menantikan murid-murid mereka di depan pagar sekolah dan dengan sigap langsung mengecek suhu badan, mengecek masker, kemudian mengarahkan siswa ke tempat cuci tangan serta mengarahkan ke ruangan kelas mereka masing-masing, di depan kelas terdapat guru-guru yang menanti siswa/i untuk masuk kelas dengan tertib. Hal tersebut dilakukan salah satu sekolah yang berada di tengah Kota Sorong. SD atau Mi Al-Maarif yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat. 

Salah satu orang tua, Indah mengaku lebih memilih anaknya belajar secara langsung atau tatap muka dibanding melalui handphone atau secara daring. Menurutnya, KBM tatap muka lebih optimal. Menurutnya, meski masih dalam masa pandemic, dia yakin anaknya tidak akan terpapar virus tersebut karena telah melakukan 3 M. “Lebih suka tatap muka mbak. Yang penting sudah pakai masker, cuci tangan, protokol kesehatannya sudah dijalani,” akunya.

Sementara itu, Kepsek Mi Al-Maarif, Atik Andriani,M.Pd mengaku sangat senang dengan kembalinya pelaksanaan KBM tatap muka. Menurutnya para orang tua juga sudah menanti KBM tatap muka sejak lama dan selalu bertanya kapan mulai KBM tatap muka. Persiapaan sekolah juga sudah menerapkan protokol kesehatan, dari mengecek suhu badan sebelum masuk ke area sekolah, menyediakan tempat cuci tangan, sabun, tisu, hand sanitizer, menyemprot disinfektan di ruangan kelas sebelum KBM tatap muka mulai. Kemudian per ruangan hanya mengisi 50% siswa, seperti 30 siswa maka pada jadwal pertama hanya 15 siswa. Jumlah siswa 546, dengan 18 ruang kelas.

“Jadi ada yang pagi dan masuk siang. Sehingga jam pulang sore. Ini masuk belajar, tidak ada istirahat karena kantin tutup dan anak-anak bawa bekal dari rumah,” katanya.

Dia menambahkan perlu kerjasama antara guru, orang tua, anak dan dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Sorong untuk tetap melaksanakan KBM tatap muka dengan memperhatika aturan sesuai SK wali kota.

Adapun salah satu guru, Aini sebagai wali kelas 6 Mi Al-Maarif mengaku bahwa dengan KBM tatap muka, KBM semakin optimal. “Saya sebagai guru sangat bersyukur bisa masuk kembali, karena dengan tatap muka ini kita bisa fokus ke anak-anak dan begitu sebaliknya anak-anak. Kalau daring untuk tanya jawab kadang tidak fokus anak-anaknya. Kalau tatap muka begini kita bisa langsung jelaskan,” jelasnya.

Kemudian Kepsek SMP Negeri 9 Kota Sorong, Muhammad Sabring mengaku pada KBM Tatap Muka perdana mereka mendapat kunjugan dalam rangka monitorting dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong. “Hari pertama ini kami dapat monitoring ke kelas-kelas dan kesimpulan beliau bahwa sudah berjalan dengan baik. Hanya saja siswa dalam kelas masih ada 1,2 orang yang belum masuk karena hari pertama toh,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed