oleh

Belum ada Rencana Tutup Bandara

-Metro-49 views

Semakin gencar peredaran informasi bohong (hoax) terkait penutupan Bandara DEO dan Pelabuhan Sorong membuat beberapa masyarakat yang berada di Kota Sorong takut untuk keluar sedangkan dari luar Kota Sorong pun cepat-cepat ingin kembali ke Kota Sorong, karena takut jika Bandara dan pelabuhan kembali ditutup maka mereka akan tertahan di daerah lain.

Beredarnya hoax penutupan Bandara dan Pelabuhan Sorong bermula saat meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Sorong. Padahal, Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau pun belum mengatakan apapun terkait penutupan Bandara maupun Pelabuhan, sedangkan masyarakat yang berspekulasi terkait penutupan dua alternatif transportasi tersebut.

Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM sangat menyanyangkan terkait berita hoax yang dengan mudahnya menyebar dan diterima mentah-mentah oleh masyarakat Kota Sorong. Menurut Lambert, di Kota Sorong ini banyak orang pintar dan hebat, tetapi jangan sampai kepintaran tersebut digunakan untuk membangun isu yang tidak benar.

“Orang yang sudah pintar itu stop tipu-tipu,” kata Wali Kota Sorong.

Sebagai Wali Kota, Lambert pun belum berfikir untuk menutup akses Bandara dan Pelabuhan sebab ketika ia mengambil sebuah keputusan harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan sangat arif untuk masyarakat Kota Sorong. Jangan sampai ada kepentingan seseorang sehingga membangun hoax di masyarakat.

“Membangun hoax itu dikenakan UU, jika ada yang mengetahui tangkap saja dan kasih masuk ke penjara,”tegasnya.

Dampak dari hoax saat ini, sambung Lambert membuat keresahan di masyarakat, namun pada intinya ketika ia mau menutup Bandara atau Pelabuhan maka akan diumumkan satu atau dua minggu sebelum diberlakukan karantina atau penutupan akses Bandara dan pelabuhan.

“Intinya Lockdown belum,”ungkapnya.

Lambert pun tidak habis pikir dengan isu Kota Sorong sudah zona Hitam penyebaran Covid-19, padahal tidak ada yang mengumumkan hal tersebut, tidak juga Jubir Covid-19 Kota Sorong maupun ia sebagai Wali Kota Sorong. Jika dokter atau tim medis yang mengatakan hal tersebut maka ia akan umumkan kepada masyarakat Kota Sorong.

“Saya saja tidak berani menyimpulkan kok, ingat bahwa kita hati-hati membawa hati dan hati-hati dalam segala hal apa yang dibicarakan, karena itu mencerminkan diri kita,” tandasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed