oleh

Belanja Sayur di Pasar, Janji Bangun Jalan, Pasar dan Bandara

Presiden Jokowi Disambut Meriah di Pegunungan Arfak

Presiden  RI Joko Widodo dan Ibu Negera Hj Iriana Joko Widodo serta sejumlah pejabat, mengunjungi Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat, Minggu (27/10). Di Pegaf, orang nomor satu di Indonesia ini disambung meriah.

Laode Mursidin, Manokwari

Menggunakan helikopter Super Puma, Presiden Jokowi dan sejumlah menteri, terbang dari Bandara Rendani Kabupaten Manokwari menuju ke Kabupaten Pegunungan Arfak, Minggu (27/10).  Tiga helikopter  terbang beriringan dari Bandara Rendani Manokwari menuju lapangan terbang Anggi  yang panjangnya hanya 750 meter, berada dekat danau.

Pejabat yang mendampingi Presiden Jokowi, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Mulyono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

Presiden yang beristirahat semalam di Sorong, tiba di Bandara Rendani Manokwari, Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIT. Selanjutnya terbang ke Pegaf. Di Pegaf, masyarakat yang sejak pagi menanti menyambut kedatangan Presiden di wilayah pegunungan ini dengan suka cita dan meriah. Tiga helikopter yang ditumpangi Presiden dan pejabat lainnya mendarat beriringan.

Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy, Bupati Manokwari Selatan Markus Waran,dan Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf Juniras Lumban Toruan, menyambut Presiden dekat helikopter. Bupati Pegaf dan istri kemudian mengalungkan kalung etnik Papua ke Presiden dan Ibu Negara.

Beriringan dengan Gubernur Papua Barat dan Bupati Pegaf, Presiden Jokowi memakai kemeja putih didampingi Ibu Negara, meninggalkan lapangan terbang. Yang pertama ditemui Presiden adalah kelompok tari tumbuk tanah. Jokowi sempat berbincang dengan salah seorang penari, kemudian dia menggamit dua anak untuk jalan bersama.

Jokowi tidak naik mobil yang sudah disediakan ke Lapangan Irai untuk bertemu warga. Presiden yang baru dilantik untuk masa jabatan periode kedua ini memilih berjalan kaki. Ratusan warga serta anak sekolah yang memegang bendera merah putih menyambut Presiden dengan meriah.  Warga tampak puas melihat dari dekat sang Presiden. Sementara Paspampres serta ratusan  personel TNI dan Polri tetap berjaga-jaga mewaspadai hal-hal tak diinginkan.

Usai mendengarkan pemaparan dari Bupati Pegaf, Presiden menemui ribuan warga yang sudah berkumpul sejak pagi di Lapangan Irai. Warga sambil melambai-lambaikan bendera merah putih mengeluk-elukan nama Jokowi. 

Ketika bertemu dengan masyarakat ini Presiden menyampaikan sejumlah hal untuk percepatan pembangunan Kabupaten Pegunungan Arfak, di antaranya pengaspalan ruas jalan Warmare (Manokwari)-Anggi hingga Ransiki. “Tadi Pak Bupati minta ruas jalan segera diselesaikan dan diaspal, akan kita segera selesaikan agar produk-produk pertanian bisa dijual di Manokwari,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan warga.

Beberapa produk pertanian di Pegaf seperti wortel, kentang, kol, bawang merah, bawang putih dan lainnya. “Dengan kondisi jalan yang baik, maka wisatawan dapat berbondong-bondong ke Pegunungan Arfak untuk melihat keindahan alam,’’ tandasnya.

Salah satu potensi pariwisata Pegaf adalah Danau Anggi. Presiden sudah melihat sendiri keindahan Danau Anggi dari atas helikopter. “Begitu indahnya danau itu,” tuturnya.

Jokowi juga berjanji akan meningkatkan lapangan terbang Anggi. Dia meminta waktu 2 tahun untuk mengembangkan lapangan terbang Anggi sehingga bisa didarati pesawat yang lebih besar. “Airport adalah sebuat alat transportasi yang sangat  penting bagi masyarakat untuk lebih maju,” tutur Jokowi. Bupati Pegaf juga mengusulkan pembangunan Puskesmas di semua distrik. Presiden berjanji akan mewujudkannya, namun meminta waktu 2-3 tahun. 

Usai bertemu ribuan warga di lapangan Irai, Presiden melanjutkan kunjungan ke Pasar mama-mama Papua, namun sebelumnya istirahat sejenak di kantor bupati.

Di Pasar, Presiden didampingi Ibu Negara membeli beberapa jenis sayur, wortel, kol, buah strauberi dan noken. Jokowi sempat heran dengan harga strauberi setumpuk. Meski mahal, Presiden tetap membayar. Demikian pula harga noken asli. Di Pegaf, Presiden  hanya sekitar 1 jam. Dia meninggalkan Pegaf sekitar pukul 11.00 WIT untuk kembali ke Manokwari dan melanjutkan kunjungan ke Kaimana. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed