oleh

Belajar Tatap Muka Sudah Bisa Dimulai

SORONG – Wali Kota Sorong, Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM menandatangani SK yang mengatur tentang kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, Selasa (2/3) di Loby Kantor Wali Kota Sorong. Dalam SK Wali Kota Sorong ini disebutkan ada beberapa poin yaitu KBM tatap muka dimulai pada tanggal 1 Maret 2021. Pelaksanaan KBM tatap muka harus memperhatikan protokol kesehatan dan harus mendapatkan persetujuan orang tua murid secara tertulis.

“Saya sudah melakukan pertemuan dengan semua kepala sekolah dari semua tingkatan TK, SD dan SMP, jadi mereka mulai proses belajar mengajar mulai berlaku 1 Maret, tapi karena kemarin saya sibuk makanya SK baru saya tandatangani. Pelaksanaan bisa besok, bisa lusa, dikembalikan kepada kepala sekolah masing-masing,” kata Lambert Jitmau, kemarin.

Di dalam SK tersebut, Wali Kota Sorong juga memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Sorong untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan, melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan Covid-19, mengawasi jumlah peserta didik dan jadwal pembagian kelas pada sekolah di wilayah Kota Sorong. Selain itu, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 terkait dugaan penularan Covid-19 pada sekolah dan melaporkan kepada Wali Kota terkait perkembangan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Petrus Korisano mengatakan pihaknya sudah pertemuan dengan pak Wali Kota bersama Dinkes, Satgas Covid-19 berserta para Kepala Sekolah pada tanggal 17 Februari dan disepakati KBM dibuka bagi sekolah yang sudah siap, tetapi kalau belum siap nanti dipersiapkan dulu baru dibuka. “Jadi hari ini SK sudah ditandatanganii oleh beliau untuk tatap muka, kami dari dinas senang. Pak Wali bilang nanti ketemu dengan kepala sekolah lagi baru diumumkan resmi dibuka. Jadi kalau Pak Wali Kota sudah keluarkan SK maka kami di Dinas Pendidikan kumpul kepala sekolah kembali lagi, sesudah itu kami dapat perintah untuk buka maka kami langsung buka bagi sekolah yang sudah siap. Ketika sekolah dibuka maka kami mulai melaksanakan ketentuan-ketentuan prokes,” jelasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed