oleh

Belajar Mengajar Tatap Muka Dibubarkan

SD Negeri 26 Malabutor Gelar Tatap Muka Sudah 3 Hari Tanpa SK Wali Kota

SORONG – Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong membubarkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka d SD Negeri 26 Malabutor Kota Sorong yang berada di Jalan Jenderal Sudirman dekat SMA Negeri 3 Kota Sorong. Selain membubarkan KBM SDN 26 Malabutor, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong juga membubarkan KBM tatap muka di SD Negeri An Nur Yapis Kampung Baru Kota Sorong, Rabu (10/3).

Kedua sekolah dasar tersebut diketahui telah melakukan KBM tatap muka sejak 3 hari lalu,  mulai Senin 8 Maret. KBM diikuti dari mulai kelas 1 sampai kelas 6 SD. KBM tersebut tanpa adanya SK Wali Kota Sorong atau SK dari Dinas Pendidikan Kota Sorong. Hal tersebut dikatakan Koordinator Lapangan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Fenti kepada wartawan saat sidak di SD Negeri 26 Malabutor, Rabu (10/3).

“Kami mendapatkan laporan bahwa 2 sekolah ini sudah mengadakan kegiatan belajar tatap muka. Memang ada wacana untuk melaksanakan KBM tatap muka, namun hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah. Jadi sekolah ini melaksanakan tatap muka tanpa ijin resmi, ijin tertulis dari pihak-pihak terkait, sementara sekolah lain belum melaksanakan tatap muka, masih melaksanakan belajar daring. Kami datang memberikan teguran, jika terulang kembali maka kami akan berikan sanksi-sanksi berlaku kepada pihak kepala sekolah, guru dan sekolah yang bersangkutan, karena sampai sekarang belum ada SK dari Wali Kota,” tegasnya.

Pantauan Radar Sorong, usai disidak Tim Satgas Covid-19, pihak SDN 26 Malabutor langsung menyuruh anak muridnya untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Pihak sekolah pun pasrah, siap menerima konsekuensi atas KBM tatap muka yang telah mereka lakukan tanpa SK Wali Kota. 

Kepala Sekolah SDN 26 Malabutor, Maria Hokoyoku,S.Pd mengatakan bahwa KBM tatap muka yang dilaksanakan sekolah yang dipimpinnya itu sembari menunggu SK dari Wali Kota, namun KBM juga tetap menerapkan protokol kesehatan guna menghindari virus corona. “Saya tidak ada alasan apa-apa yang saya mau disampaikan. Yah kami membuka sekolah tatap muka sambil menunggu SK dari Wali Kota. KBM tatap muka sudah 3 hari, Senin, Selasa dan Rabu. Kami tetap terapkan protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, masker kami sediakan dari sekolah. Jadi kami tetap prokes dijalankan,” tegasnya. Salah satu siswa yang enggan menyebutkan namanya mengaku bahwa hanya belajar dengan tetap memakai masker. “Datang ke sekolah belajar saja baru pakai masker,” ucapnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed