oleh

Bejat!, Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya

WAISAI-Seorang gadis berusia 14 tahun, sebut saja Mawar, dilaporkan diperkosa ayah kandungnya sendiri berinisial HS (45) di wilayah Distrik Waigeo Utara Kabupaten Raja Ampat pada tanggal 17 Juli 2019 lalu sekitar pukul 17.00 WIT. Dugaan pemerkosaan ini telah dilaporkan ke Polres Raja Ampat untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kapolres Raja Ampat melalui Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, Iptu Nirwan Fakaubun,S.IK mengatakan, menurut laporan dari keluarga korban, awalnya korban  diajak terduga pelaku yang tak lain ayah kandungnya sendiri untuk pergi memancing.  Nirwan menjelaskan, terduga pelaku dan korban pulang mancing sekitar waktu magrib. Korban yang memiliki keterbatasan kemampuan berbicara, kemudian menemui ibu kandungnya dan menyampaikan dengan menggunakan bahasa isyarat bahwa ia telah diperkosa.

Namun karena kondisi geografis dan jarak yang agak jauh, ibu kandung korban akhirnya baru pada bulan Agustus membawa korban melapor ke Polres Raja Ampat. “Pada saat menerima laporan pada Selasa 13 Agustus 2019, kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan kita sudah membawa korban untuk divisum dan dari hasil visum oleh dokter RSUD Waisai telah ditemukan bekas lecet di (maaf) kemaluan korban,” kata Kasat Reskrim Polres Raja Ampat Iptu Nirwan Fakaubun,S.IK yang ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu ( 14/8).

Pihaknya lanjut Kasat Reskrim, telah melakukan penahanan terhadap terduga pelaku, selanjutnya melakukan pemeriksaan. “Dari hasil pemeriksaan, pelaku statusnya kita sudah jadikan tersangka,” jelasnya. Atas perbuatannya, tersangka HS dijerat Pasal 76 E UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Yang mana ancaman hukumannya adalah minimal 5 tahun penjara dan apabila tindak pidana dilakukan oleh orang tuanya sendiri sesuai dengan Perpu pengganti UU kedua, akan ditambah sepertiga pada hukuman awal dan ditambah hukuman dikebiri,” jelas Nirwan Fakaubun.

Nirwan menambahkan, karena faktor geografis dan jarak yang agak jauh, laporan kejadian ini agak lama dan kasus ini diketahui sudah dimediasi keluarga di kampung, namun tidak ada titik temu. “Tetap kami akan tindak lanjuti,” pungkasnya. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed