oleh

Bawaslu Kota Bentuk GKC

SORONG-Belum meratanya informasi dampak hukum akibat minimnya sosialisasi atas Undang – Undang Pemilu maupun Pilkada jika ada pelanggaran, maka, Bawaslu Kota Sorong membentuk Gaet Keeper Community (GKC) dari Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa (HPPS).

“Lewat pemikiran dan pendalaman tentang kondisi keikutsertaan masyarakat secara umum dalam pengawasan pemilu/pilkada. Hingga penanganan pelanggaran, penanganan sengketa, dan kemampuan masyarakat dalam memahami hukum yang belum maksimal. Maka Bawaslu Kota Sorong khususnya divisi HPPS membentuk Komunitas Gaet Keeper HPPS berbasis pemuda dan mahasiswa secara individu, yang mau secara sukarela membantu menjelaskan tentang fungsi dan tugas HPPS, tata cara melaporkan sebuah masalah, hingga memutuskan sebuah laporan temuan lapangan,” terang Ketua Bawaslu Kota Sorong Elias Idie kepada Radar Sorong.

Ia menjelaskan, Bawaslu secara kelembagaan membutuhkan peran masyarakat, Perguruan Tinggi, mahasiswa, kaum muda mileneal, lembaga keagamaan, dan insan pers untuk mengambil peran dalam menjaga marwah demokrasi di Kota Sorong. 

“Kebersamaan untuk memberikan kenyamanan, keadilan dan kebersamaan dalam pesta demokrasi perlu di dukung oleh elemen-elemen tersebut,” jelasnya.

Menurut Elias, Kota Sorong dengan kepadatan penduduk dan dengan daftar jumlah pemilih terbesar di Provinsi Papua Barat. Terbentuknya Komunitas Penjaga Gerbang Pemilu atau Gaet Keeper Community (GKC) dapat membantu divisi penanganan pelanggaran dalam menekan angka pelanggaran yang ada. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed