oleh

Bawang Merah Tembus Rp 120.000/Kg

-Ekonomi-219 views

SORONG – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, harga sejumlah kebutuhan dapur di pasar mulai naik. Salah satu yang meningkat tajam adalah bawang merah.
Menipisnya stok bawang merah di Kota Sorong membuat harga komoditi bumbu dapur ini meroket tajam. Pantauan Radar Sorong di Pasar Sentral Remu, Selasa (12/5) harga bawang merah yang biasanya dari Rp 50.000/Kg kini dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 80.000/Kg hingga Rp110.000/Kg. Bahkan ada pengecer yang menjual hingga Rp 120.000/Kg.
Selain harganya yang mahal, bawang merah juga menjadi langka dan sulit ditemukan di pasar. Beberapa agen dan pedagang pengecer yang disambangi Radar Sorong tak terlihat menjual bawang merah, hanya sebagian kecil saja dari mereka yang masih memiliki stok.
Aldhy, pedagang bawang di salah satu agen di Pasar Remu mengatakan, kelangkaan ini sudah terjadi sekitar dua minggu yang lalu. “Sudah dari dua minggu yang lalu, jadi selama dua minggu itu harga terus berubah, ada yang jual Rp 80 ribu, bahkan sampe lebih dari Rp 100 ribu juga ada,” ungkapnya.
Ia mengaku terakhir menjual bawang merah sepekan lalu dan kini sudah tidak ada lagi stoknya. “Terakhir satu minggu yang lalu saya masih jual, harganya masih sekitar Rp 60.000/kg. Tapi sekarang ini sudah tidak ada stok lagi, sudah bersih, tinggal bawang putih saja,” bebernya.
Menurutnya, kelangkaan ini disebabkan karena jadwal kedatangan kapal yang tertunda sejak adanya pandemic Covid-19. Di hari normal biasanya jadwal kapal masuk bisa sebanyak dua kali dalam sebulan. Namun sejak pandemi Covid-19 dan mulai diberlakukannya pembatasan kegiatan operasional di beberapa daerah, maka jadwal kedatangan kapal kini hanya menjadi satu kali dalam sebulan. Hal ini kemudian berimbas pada krisis ketersediaan stok yang kemudian menyebabkan terjadinya fluktuasi harga.
Informasi yang dihimpun Radar Sorong, sesuai ­estimasi kapal yang membawa bawang merah baru akan masuk ke Sorong pada hari Kamis, (14/5). Namun salah seorang pedagang lain beropini bahwa permainan harga mungkin akan terus terjadi, mengingat tak lama lagi akan memasuki Hari Raya Idul ­Fitri.
“Memang saya dengar lusa ada kapal, tapi mungkin harga tidak langsung normal. Kalau ada pedagang nakal bisa saja mereka tetap mainkan harga, apalagi mau lebaran begini kan banyak orang butuh, mau tidak mau ­mereka tetap beli,” ujar salah seorang pedagang yang enggan namanya dikorankan.
Indar, pedagang bawang lain yang juga ditemui Radar Sorong dalam kesempatan itu mengatakan kenaikan harga bawang merah terjadi hampir setiap hari.
“Bawang merah ini hampir setiap hari harganya naik, saya jual dari harga Rp 80.000/Kg sekarang Rp110.000/ kg. Stok juga tinggal sedikit saja, jadi kalau masalah harga, memang saya sesuaikan sama yang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, harga bawang putih masih normal. Di agen harga bawang putih masih di kisaran Rp 45.000/Kg, sedangkan di pengecer masih ­sangat variatif, dari Rp 50.000 hingga Rp 52.000/Kg. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed