oleh

Bawang Merah Rp 90.000/Kg

-Ekonomi-195 views

SORONG – Jelang H-5 dari puncak perayaan hari raya Idul Fitri, harga bawang merah yang sempat menembus angka Rp 120.000/kg kini mulai turun di harga Rp 90.000/Kg. Turunnya harga bawang merah karena stok baru masuk pada 17 Mei lalu.
Kapal dari pelabuhan Makassar membawa sekitar 90 karung atau 2.250 Kg bawang merah dari Enrekang. Meski stoknya ada, namun bawang merah belum kembali ke harga normal. Hal ini disebabkan oleh naiknya harga modal yang diberikan dari supplier di ­luar kota.
Kendati terbilang harganya masih cukup mahal, bawang merah Enrekang tetap jadi primadona. Terbukti, Pantauan Radar Sorong di salah ­satu agen bawang di Pasar Remu, Selasa (18/5) di sana terlihat lagi stok bawang merah yang belum dibongkar.
”Tadi pagi saya baru bongkar 4 karung, setiap karung beratnya 25 Kg. Berarti 100 Kg itu, baru setengah hari saja sudah habis, ini lagi saya baru bongkar 2 karung. Prediksi saya, kalau tidak nanti sore paling besok sudah habis. Sekarang juga kita sudah tidak ada stok lagi. Tinggal ini saja yang tersisa,” ungkap Aldhy, pedagang bawang di Pasar Remu.
Aldhy beropini, kemungkinan harga bawang merah tidak akan turun hingga usai hari Raya Idul Fitri nanti.
Menurutnya, masyarakat akan tetap membeli bawang merah meski sekarang harganya masih mahal karena sudah menjadi kebutuhan.
”Kalau turun harga, tidak mungkin, tapi kalo naik lagi, mungkin. Karena kita patokannya dari supplier. Biarpun stoknya ada, tapi harga dari sana naik, mau tidak mau ­kita di sini juga akan mengikuti. Intinya semua tergantung supplier. Tapi saya rasa masya­rakat akan tetap beli karena sudah kebutuhannya apalagi mau hari raya,” kata Aldhy.
Ditambahkan Aldhy, bersama dengan bawang merah, stok bawang putih juga datang sebanyak 50 karung, namun kini tersisa hanya tinggal beberapa karung saja. Diakuinya, trend kebutuhan masyarakat terhadap bumbu dapur ­seperti bawang merah dan bawang putih memang melonjak ketika mendekati hari raya.
Berbeda halnya dengan bawang merah kini harga bawang putih terbilang masih normal sekitar Rp 45.000/kg.
Sementara itu, harga beberapa komoditi bumbu dapur lainnya pun nampaknya ­masih stabil, bahkan bisa dikategorikan murah.
Seperti tomat lokal kini harga jualnya hanya Rp 15.000/Kg, cabe rawit lokal Rp 30.000/Kg, cabe merah keriting Rp 50.000/Kg dan cabe merah teropong Rp 60.000/Kg.
Selanjutnya, harga gula pasir yang digadang-gadang bakal kembali stabil nyatanya masih ”duduk” di harga Rp 18.000/Kg. Minyak goreng curah Rp 12.000/liter, tepung terigu Rp 8.000/kg, kemudian telur ayam harganya berkisar antara Rp 65.000 ­hingga Rp 68.000/Kg. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed