oleh

Baperjakat akan Godok Regulasi Syarat Plt Sekda

KAIMANA – Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Kaimana, akan mulai menggodok regulasi terkait dengan syarat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kaimana.
Pembahasan regulasi Plt Sekda Kaimana ini, karena jabatan definitif Sekda Kaimana akan mengalami kekosongan beberapa bulan ke depan. Pasca masuk masa purna bhakti Rita Teurupun, yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kaimana. Serta akan mengikuti kontestasi sebagai Calon Bupati Kaimana pada Pilkada Kaimana, 9 Desember 2020 mendatang.
“Saya kemarin sudah memanggil kepala BKPSDM Kaimana, kami ­hari ini dan besok mulai mengkaji regulasi yang mengatur tentang, jikalau ada Sekda yang mencalonkan diri sebagai peserta Pemilu. Proses selanjutnya seperti apa, serta apa yang harus disiapkan oleh Bupati dan Baperjakat untuk mengisi kekosongan itu,” jelas Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma kepada wartawan di Kantor Bupati Kaimana, Senin (15/6).
Dikatakan Bupati Mairuma, terkait dengan penggodokan tersebut jika belum lama ini Kabupaten Kaimana, telah disetujui oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Tentang Tim seleksi pejabat Eselon II di Kaimana.
“Tim seleksi ini akan kami bentuk, dan pekerjaan ­mereka yang pertama adalah menggodok Plt Sekda. Jika nantinya Sekda mendaftarkan diri di KPU,” ­katanya.
Selain itu menurut mantan Wakil Bupati Kaimana periode 2004 – 2009 ini, ada beberapa opsi yang telah disiapkan oleh pihaknya. Opsi pertama, harus ada pejabat eselon II minimal tiga calon yang mendaftarkan diri sebagai ­kandidat.
“Biasanya jabatan Sekda ini, prasayaratnya seseorang yang telah menduduki jabatan eselon II yang berbeda sebanyak dua kali. Misalnya pernah menjabat kepala dinas ini, dan kemudian kepala dinas lain maka mereka memenuhi ­syarat. Kalau masih satu kali belum memenuhi syarat,” terangnya.
Ketika ditanya apakah calon Plt Sekda Kaimana akan diprioritaskan bagi pejabat eselon II di Kaimana, tanpa harus didatangkan dari luar daerah. Bupati Mairuma menegaskan secara pribadi, akan memberikan kesempatan kepada pejabat lokal.
“Idealnya pejabat di Kaimana, kalau tanya saya pribadi sebaiknya pejabat lokal dulu. Ketimbang pejabat dari luar, karena tidak lama juga menjabat,”tegasnya. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed