oleh

Bapas Sorong Gandeng Yayasan Kasih Agape

-Ekonomi-52 views

Kali pertama, Balai Permasyarakatan (Bapas) Kelas IIB Sorong menggandeng Yayasan Kasih Agape Malaimsimsa untuk saling bersinergi memperbaiki para generasi muda dengan memberikan pembinaan dalam bentuk rehabilitasi mental terhadap anak yang tersandung kasus penyalahgunaan narkoba.
Kerja sama antara Bapas dengan Yayasan Kasih Agape ini tertuang dalam sebuah nota kesepahaman yang telah disepakati bersama dan ditandatangani di hadapan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Papua Barat, Anthonius M. Ayorbaba.
Sebelum bergabung dan menjalin sinergitas dengan pihak Bapas, Yayasan Kasih Agape awalnya telah fokus dalam memberikan pendampingan terhadap anak-anak Aibon yang banyak tersebar di Kota Sorong. Kali ini dalam kerja sama dengan pihak Bapas, Yayasan Kasih Agape akan memberikan pendidikan moril kepada anak-anak binaannya yang berusia antara 6 hingga di bawah 18 tahun.


Orpa Rosiana Osok selaku Ketua Yayasan Kasih Agape Malaimsimsa mengungkapkan, kegiatan pembinaan dan rehabilitasi nantinya akan dilakukan di panti yang telah dipersiapkan.
“Kegiatan kami fokuskan di panti dengan kapasitas 25 orang. Namun saat ini kami juga tengah membangun dan akan kami kembangkan lagi kedepannya,” ujar Orpa.
Orpa menjelaskan, untuk masalah penyalahgunaan narkoba, selain memberikan pendampingan dalam proses rehabilitasi, yang bersangkutan juga akan diajarkan keterampilan seperti kerajinan tangan, pertukangan, pertanian dan kesenian.
“Kami sedang siapkan berbagai alat musik untuk mereka. Ada juga lab, sehingga tidak monoton dan membuat mereka bosan. Fasilitas olahraga juga sedang kami upayakan untuk melengkapi,” jelasnya.
Kepala Kantor Bapas Kelas 2B Sorong, Andriana menyambut baik keinginan Yayasan Kasih Agape Malaimsimsa dalam iat baiknya memberantas kasus narkoba bersama Bapas. Menurut Andriana, ada kasus khusus yang seharusnya para pelakunya tidak perlu ditaruh di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) melainkan lebih tepatnya direhabilitasi oleh tim khusus Bapas.

“Terkait dengan anak yang berbenturan dengan hukum terutama pada kasus narkoba, maka di situlah petugas khusus Bapas harus memberikan pendampingan agar yang bersangkutan tidak dohukum di lapas tetapi direhab oleh tim khusus Bapas,” ujar Andriana.
Sementara itu, Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sorong, Gustav Rumaikewi juga sangat mengapresiasi atas bergabungnya Yayasan Kasih Agape Malaimsimsa untuk memperkuat setiap perjalanan dan tugas Bapas.
“Saya apresiasi untuk Yayasan, karena ini sebuah energi positif apalagi konsen pembinaan adalah untuk kasus narkoba,” ujar Gustav sambil memberikan standing applaus.
Dikatakannya, tidak semua yang tersandung kasus narkoba harus duduk di Lapas. Apalagi dengan kapasitas dari sel di lapas yang terbatas.
“Yang tersandung narkoba tidak semua harus ada di lapas, harus dipilah. Yang di lapas adalah pengedar dan bandarnya, sementara penggunanya lebih tepat direhabilitasi oleh Bapas yang kini bekerjasama dengan Yayasan Kasih Agape Malaimsimsa,” tuntasnya.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed