oleh

Banyak Pengunjung Pasar Remu tak Pakai APD

-Metro-33 views

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19 yang angkanya terus meningkat di Kota Sorong, namun warga masyarakat nampaknya tidak begitu peduli dengan ancaman tersebut. Justru sebaliknya mereka bahkan mengambil resiko beraktivitas seperti biasannya, parahnya lagi selama beraktivitas tidak mematuhi aturan protokol Covid-19 atau tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Seperti halnya yang terpantau di beberapa tempat keramaian yang dikhawatirkan berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19, seperti pasar, swalayan, superma rket, pertokoan dan hajatan yang menghadirkan orang dalam jumlah banyak. Salah satu penjahit sepatu, Noerdin saat bincang – bincang dengan Radar Sorong kemarin (6/10) di Pasar Sentral Remu  menceritakan kalau aktivitas pengunjung yang keluar masuk pasar terbesar di Papua barat itu tidak menerapkan SOP protokol kesehatan Covid-19 yang disyaratkan pemerintah.

Tidak hanya itu, di pasar yang nampaknya over kapasitas itu sejauh yang dirinya tau hanya pernah sekali didatangi petugas untuk menyampaikan sosialisasi penggunaan alat pelindung diri. ” Pernah sekali ada petugas yang datang sosialisasi tapi itu pun baru awal – awal pada saat virus baru mulai muncul, sekarang ini sudah tidak lagi pak, makanya banyak pengunjung yang sudah tidak lagi mematuhi protokol kesehatan” ucapnya.

Pernyataan senada juga disampaikan salah satu mama Papua yang kesehariannya jualan sayur  di Pasar Remu, juga membenarkan bahwa banyak pengunjung maupun pedagang asli Papua maupun non Papua yang tidak menggunakan alat pelindung diri.

“Memang seperti ini sudah keadaan, tapi mau gimana lagi kembali ke pribadi masing masing orang,” terang mama paruh baya itu sembari menambahkan untuk ancaman Covid-19 itu sendiri pernah juga ia mendapat sosialisasi dilingkunganya, namun kadang kebutuhan itulah yang memaksa mereka harus mengais rejeki di pasar dari pagi hingga sore hari. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed