oleh

Banyak Guru PAUD belum Sesuai Kualifikasi

-Metro-80 views

**Bekerja Sama dengan UT untuk melanjutkan Pendidikan

AIMAS – Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berupaya melakukan peningkatan Sumber Daya manusia (SDM) dan kompetensi bagi guru PAUD melalui pelatihan khusus. Peningkatan SDM dan kompetensi ini dilakukan menyusul masih banyaknya tenaga pengajar PAUD yang masih belum memenuhi standar kualifikasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Reinhard Simamora mengatakan dari 200 orang tenaga pendidik PAUD yang ada di Kabupaten Sorong, belum sampai setengahnya yang dinyatakan punya legalitas dan memenuhi standar kualifikasi. Padahal amanat Undang-undang sudah dengan jelas mengatur bahwa seorang guru minimal harus memenuhi kualifikasi dengan menamatkan pendidikan S1.

“Di Kabupaten Sorong guru PAUD sekitar 200 orang, tetapi yang memenuhi kriteria sebagai guru belum sampai setengahnya. Baru 30-40 persen saja yang menamatkan pendidikan S1, itu artinya mereka belum memiliki legalitas formal sebagai guru PAUD. Jadi konsepnya adalah otodidak, selama ini mereka belajar sambil mengajar tanpa punya pengetahuan atau teori khusus sebagai guru PAUD. Padahal amanat UU dengan jelas sudah mengatur bahwa semua guru minimal lulus strata satu,” jelas Reinhard.

Dikatakan Reinhard, atas dasar itulah pihaknya sangat serius melakukan berbagai upaya guna peningkatan SDM dan kompetensi para guru PAUD tersebut. Dikatakannya, pelatihan tersebut juga akan dilakukan dengan berkolaborasi bersama Kementerian Desa (Kemendes) dan Universitas Terbuka (UT).

Nantinya Kemendes akan membantu dengan memberikan pelatihan yang ditempuh selama 6 bulan, atau sama dengan 2 semerter kepada guru-guru PAUD yang belum memenuhi standar kualifikasi tersebut. Selepas kegiatan pelatihan, para peserta akan menerima sertifikat setara diploma satu (D1) sebagai bukti kelayakan mengajar di tingkat PAUD.

“Setelah memiliki sertifikan setara D1, kalau yang bersangkutan mau melanjutkan pendidikan S1 sudah gampang. Tidak perlu mengulang, bisa langsung lanjut ke semester 3 dan seterusnya. Kerja sama itu sudah kami lakukan dengan Universitas Terbuka. Jadi guru PAUD yang harusnya menempuh pendidikan S1, bisa kuliah di UT,” jelasnya.

Melalui kegiatan pelatihan tersebut, sambung Reinhard, pihaknya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sorong juga ikut membantu percepatan penuntasan kapasitas kompetensi guru menjadi layak mengajar di PAUD. Sehingga mereka bisa mengikuti trend serta perkembangan ilmu pengetahuan dan konsep mendidik anak usia dini dengan lebih baik lagi.

Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sorong, dan Kemendes diwacanakan akan berjalan sampai tahun 2025 mendatang, hingga semua guru PAUD di Kabupaten Sorong mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus dengan menerima sertifikat setara D1. Untuk mendukung kegiatan pelatihan tersebut, nantinya juga akan dihadirkan guru PAUD senior sebagai tutornya.

“Seminggu pertama, kami latih dulu tutornya yang merupakan guru PAUD senior yang sudah punya kualifikasi S1 dan sudah mengikuti beragam pelatihan. Setelah pelattihan tutor, langsung dibuka pelatihan untuk guru PAUD selama 6 bulan dengan model pelatihan portofolio. Harapan kami, selepas pelatihan mereka akan memiliki pengetahuan yang mempuni serta kompetensi mengajar di PAUD dengan lebih baik lagi,” tuntas Reinhard. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed