oleh

Bantah Penutupan Tempat Karantina Covid

-Kilas, Metro-132 views

SORONG – Munculnya wacana penutupan Balai Diklat sebagai tempat karantina yang berada Kampung Salak dalam waktu dekat ini, dibantah oleh Juru Bicara Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku. Selama masih mewabahnya pandemi Covid-19 di Kota Sorong, maka Pemerintah Kota Sorong melakukan penanganan terhadap pasien di tempat karantina, Kampung Salak.
Hingga kini, menurut Jubir Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong, bahwa di Diklat Kampung Salak masih ada 15 orang tanpa gejala yang sedang dirawat, namun dalam beberapa hari nanti, akan ada penambahan OTG lagi, dan saat ini kasus positif Covid-19 di Kota Sorong sudah berjumlah 2.218orang.
“Kemarin, kami menerima hasil pemeriksaan 21 sampel dan selurunya positif ­sehingga kasus positif di Kota Sorong sudah ­mencapai 2.218,”jelasnya.
Selain penambahan jumlah positif, juga terdapat penambahan pasien sembuh dari Covid-19 sebangak 46 orang, sehingga total sembuh 1.990 orang. Kasus meninggal akibat Covid-19 pun bertambah dua, dimana satu orang positif Covid-19 dan satunya lagi suspec atau probable.
“Total orang meninggal dunia akibat positif menjadi 34 orang, sedangkan meninggal suspec atau probable menjadi 9 orang,”ungkapnya.
Jubir merincikan, data perkembangan Covid-19 di Kota Sorong untuk kontak erat total 7.397, proses karantina 67 dan discharded 7.330. Suspect 959, dalam pemantauan 169 kemudian sedang di rawat 10 dan discharded 780. Probable total 5, kemudian hasil pemeriksaan terkonfirmasi negatif Covid 5.381.
“Orang yang meninggal negatif Covid-19 berjumlah 7, serta meninggal probable atau suspec 9,”terangnya.
Sementara itu, terkait wacana akan diadakan vaksinasi pada tahun 2021, Ruddy mengatakan, pada prinsipnya Pemerintah Kota Sorong siap akan hal itu, namun Pemkot Sorong masih menunggu petunjuk dari Menteri Kesehatan, karena bukan hanya di Kota Sorong namun daerah lain Indonesia pun belum melakukam vaksin.
“Sesuai petunjuk Tim Satgas Pusat nanti yang akan dilakukan vaksin pertama yakni tim medis dan TNI/Polri. Jadi bila memang tahun 2021 diadakan vaksin, kami tetap masih menunggu dari tim Kementerian Kesehatan,” katanya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed