oleh

Banjir di Jalan Utama, Tanggung Jawab Balai Jalan Nasional


Cartens: Balai Jalan Nasional Wilayah Sorong XVII & Dinas PU Kota Sorong bertanggung Jawab, Jangan Diam

SORONG-Anggota DPR Papua Barat, Fraksi Otsus Cartens I.O Malibela menyoroti permasalahan banjir yang terjadi di beberapa titik pada ruas jalan utama, Kota Sorong. Dimana, menurut Cartens banjir tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sorong XVII.
Certens menjelaskan banjir yang terjadi di ruas jalan utama di wilayah Kota Sorong yakni di jalan Basuki Rahmat, Km 14 dan Km 9 maupun di jalan A. Yani Klademak depan Kodim 1802 Sorong merupakan tanggung jawab Pemerintah pusat. Sebab, drainase di sepanjang jalan Utama merupakan pengerjaan dari Pemerintah Pusat melalui Balai Jalan Nasional Wilayah Sorong XVII.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Ini menjadi perhatian mereka dengan membangun jalan yang bagus, kemudian ada sungai-sungai kecil yang harus di normalisasi sampai kepada muara sehingga tidak akan terjadi banjir saat ini. Karena, banjir ini sangat meresahkan warga Kota Sorong dan kita selaku warga Kota Sorong sangat terganggu sekali dengan banjir ini,”jelasnya kepada Radar Sorong, Sabtu (11/9).

Menurut Cartens sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, Balai Jalan Nasional Wilayah Sorong XVII yang bertanggung jawab untuk memperhatikan ketika membangun jalan ataupun drainase jangan asal membangun dan diam di tempat, tetapi harus menentukan dimana arah jalur pembuangan air.
Karena, tambah Cartens banjir yang saat ini terjadj jalan Basuki Rahmat Km 14 disebabkan karena pembuangan air yang masih menggunakan saluran sungai secara alami, padahal sungai belum dinormalisasi.

“Kami minta, Pemerintah pusat melalui Balai harus memperhatikan itu sebab Kota Sorong adalah wajah dari tanah Papua. Balai harusnya bertanggung jawab atas banjir ini, karena mereka juga berada di Kota Sorong dan pastinya pulang-pergi juga menggunakan jalan Kota Sorong pasti melihat kondisi ini,”ujarnya.
Cartens menegaskan, agar Pemerintah pusat melalui Balai jangan asal membangun yang mengakibatkan terjadinya lautan air di beberapa titik pada ruas jalan utama.

“Persoalan drainase ini memerlukan anggaran yang cukup besar dan kalau diperhatikan pasti persoalan banjir bisa terselesaikan dengan baik,”tegasnya.
Cartens menduga penyebab banjir ada kaitannya dengan perencanaan yang asal-asalan dan tidak maksimal. Dimana, seharusnya pembangunan drainase terdapat jalur pembuangan airnya. Namun, tambah Cartens justu perencanaan ini hanya untuk melengkapi struktur badan jalan.

“Pembangunan yang asal-asalan, dan pemeliharaan yang tidak ada. Saya melihat di drainase itu segala macam kotoran mulai dari sampah hingga pasir tertimbun di situ. Kalau ada pemeliharaan, pasti tidak ada tumpukkan sampah di drainase,”tegasnya.
Pembangunan drainase harusnya ada asas manfaatnya bagi masyarakat dengan menampung dan menyalurkan air hingga ke pembuangan di hilir. Tapi, yang ditemukan tidak ada manfaat justru hanya meresahkan masyarakat.

“Saya menyoroti Kementerian PUPR melalui Balai dan Dinas PU Pemerintah Kota Sorong yang harus sama-sama proaktif. Saya memang agak kecewa dengan situasi yang ada ini. Maka, kami warga Kota Sorong minta sesegera mungkin ditangani, jangan buat kami turun lagi ke jalan,”ungkapnya.
Cartens juga menyinggung terkait drainase sepanjang ruas jalan Sungai Maruni Km 10 masuk, dimana Dinas PU dan Dinas Kebersihan Kota Sorong yang tidak maksimal dalam menormalisasi drainase yang terkesan adanya pembiaran.

“Coba drainase itu di normalisasi sampai ke pembuangan sana, apalagi di depan SMA Negeri 2, drainasenya tertutup sampai depan jupiter. Yang menyebabkan air meluap akibat sampah, seperti botol plastik bertimbun-timbun. Ini karena Dinas PU tidak maksimal dalam melakulan pemeliharaan,”ujarnya.

Selain itu, tidak adanya sosialisasi yang baik dari Dinas Kebersihan Kota Sorong terhadap RT/RW maupun Lurah hingga Distrik terkait masyarakat yang membuang sampah sembarang serta tidak adanya pengawalan yang baik dari unsur pemerintahan setempat.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed