oleh

Bangun Asrama, Mahasiswa Diminta Bersabar

-Tambrauw-2.053 views

FEF–  Mahasiswa Kabupaten Tambrauw dengan kota studi Jayapura kembali mempertanyakan keseriusan Pemda Tambrauw dan DPRD Kabupaten Tambrauw terkait pembangunan asmara mahasiswa Tambrauw di Jayapura. Pasalnya hingga saat ini belum ada gerakan dari kedua lembaga itu.

” Pada 11 januari 2021 lalu, Ketua Dewan Perwaklan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw beserta anggota DPRD lainnya menemui mahasiswa Tambrauw kota belajar Jayapura yang sedang melakukan aksi di Distrik Fef menuntut pembangunan asrama devinitif. Dalam kesempatan itu pula, pihak DPRD berjanji bahwa akan membentuk tim dan dalam waktu dekat atau sebelum sidang anggaran, mereka akan ke Jayapura untuk pastikan status tanah pembangunan asrama devinitif. Namun hingga sekarang belum ada gerakan,” ujar Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) Kota Jayapura, Nicodemus Momo kepada Radar Sorong kemarin (9/2).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Nico mengaku, hingga saat ini belum ada tim bentukan DPRD Tambrauw yang ke Jayapura. Hal ini membuktikan bahwa tidak adanya tanggapan yang serius terkait tuntutan mahasiswa Tambrauw beberapa minggu lalu di Distrik Feef, Ibu Kota Kabupaten Tambrauw tersebut.

“Kami (IMT) pertanyakan hasil kesepakatan di Feef tanggal 11 Januari bahwa DPRD akan bentuk tim dan dalam waktu dekat mereka akan ke Jayapura. Namun, hingga hari ini mereka belum ke Jayapura, kita sedang menunggu,” jelas Momo.

Pihaknya menegaskan, jangan sampai ini hanya menjadi janji manis seperti yang terjadi sebelumnya. “Saya terus kawal sidang anggaran di Fef maupun di Sorong dan jangan sampai ini hanya janji manis seperti sebelumnya,” paparnya.

Tuntutan pembangunan asrama devinitif ini, bukan aspirasi yang baru disampaikan. Namun, sudah sejak beberapa tahun yang lalu, aspirasi ini terus disampaikan mahasiswa Tambrauw yang menempuh pendidikan di Kota Jayapura. Namun, respon Pemerintah dan DPRD Kabupaten Tambrauw hingga kini belum ada kepastian.

Nicodemus Momo mengaku, pemerintah dan DPRD hanya mengatakan akan ke Jayapura untuk memastikan satatus tanah dan sebagainya, namun hingga detik ini tak terlaksana. “DPRD dan juga pemerintah hanya bilang akan turun ke Jayapura, tapi kapan biar jelas, karena hingga saat ini belum ada kepastian,” pungkas Momo.

Sementara itu salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tambrauw Vincent Tawer saat di konfirmasi Radar Sorong mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Tambrauw bersama pemerintah sangat serius mengenai hal ini. Namun, hingga saat ini tim masih kendala dalam pembiayaan.

” Intinya bahwa tim sudah dibentuk. Dari komisi III dan mahasiswa sendiri. Namun masalah pembiayaan masih jadi kendala. Kemarin kita juga lagi sibuk dengan Paripurna,” ujarnya.

Dia meminta mahasiswa agar sedikit lebih bersabar, karena pemerintah dan DPRD sangat serius menanggapi hal tersebut.”Bukan hanya Jayapura. Setelah Jayapura kami pasti keliling, melihat kondisi mahasiswa Tambrauw yang tengah kuliah di luar Tambrauw,” tutupnya. (raf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed