oleh

Bangkai Pesawat Berhasil Diangkat dari Danau Sentani

JAYAPURA – Direktorat Polisi Perairan Polda Papua, KNKT dan  Karyawan Maskapai MAF, dibantu warga, berhasil mengangkat pesawat MAF yang jatuh di Danau Sentani Kabupaten Jayapura, 12 Mei lalu. Bangkai pesawat dievakuasi dari dasar danau, Rabu (20/5).

Tim yang teribat dalam proses evakuasi bangkai pesawat tersebut yakni tim evakuasi di dalam air 14 orang WNA Crew MAF, Personil Markas Unit Danau Sentani Dit Polair Polda Papua, Personil Polres Jayapura, Pihak KNKT NTSC, Karyawan MAF sekitar 30 orang, Ondofolo Sereh, Yanto Eluay dan 80 orang masyarakat seputaran Danau Senani (Yoboi, Abar, Putali, Hobong, Ifale dan Ifar Besar).

Proses evakuasi dipimpin Padal Pam Kasubag Dal Ops Bag Ops Polres Jayapura, Iptu Sandry Hutabarat. Pihak MAF bergerak menggunakan 3 unit speedboat dan 1 unit tongkang yang membawa drum kosong beserta peralatan evakuasi dikawal oleh personil pengamanan yang menggunakan 3 speedboat menuju ke TKP.

Proses evakuasi dimulai oleh 4 orang tim penyelam yang masuk ke dalam danau. Sekitar pukul 08.28 WIT, sayap pesawat mulai terlihat diatas permukaan air. Pada pukul 09.17 WIT, tim melakukan evakuasi barang-barang yang berada di dalam badan pesawat, antara lain minyak goreng ukuran 5 liter dan 2 liter. Pada pukul 10.45 WIT, bagian ekor pesawat berhasil naik ke permukaan air.

Sekitar pukul 10.55 WIT, tim evakuasi melakukan pengikatan terhadap badan pesawat untuk selanjutnya dikaitkan dengan 12 drum sebagai pelampung. Badan pesawat kemudian ditarik menggunakan perahu jhonson dikawal oleh Personil Pengamanan dari Polres Jayapura dan Unit Danau Sentani Dit Polair Polda Papua.

Pada pukul 12.32 WIT, sesampainnya di Kawasan Danau Kampung Hobong, badan pesawat sempat tidak bergerak. Setelah di cek, ternyata ada drum yang kemasukan air. Pada pukul 13.45 WIT, badan pesawat MAF PK MEC tiba di kawasan danau dekat Kompleks Jembatan Kuning Kampung Ifar Besar Sentani, kemudian dilakukan evakuasi dengan menggunakan tongkang kayu dikarenakan akan memasuki kawasan danau yang dangkal.

Pukul 14.46 WIT, proses evakuasi badan pesawat dilanjutkan dengan cara ditarik menggunakan tali tambang dengan bantuan alat berat eskavator. Pukul 16.09 WIT, pesawat berhasil dievakuasi dari permukaan air, selanjutnya dibawa menuju Kantor Yajasi dengan pengawalan dari Satlantas dan Sat Sabhara Polres Jayapura. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed