oleh

Bandara Segun Sedot APBN Rp 110 Miliar

-Metro-115 views

AIMAS-Direncanakan sejak Tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Sorong mengharapkan perhatian khusus pemerintah pusat terkait dengan pembangunan Bandara Segun, maupun pembangunan infrastruktur perhubungan di Kabupaten Sorong. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Staf Khusus Kementerian Perhubungan di Ruang Pola Kantor Bupati Sorong, Senin (10/8).

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keamanan Kemaritiman, Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana dalam kunjungannya tersebut, selain melihat langsung kondisi di lapangan juga mendengarkan secara langsung paparan dan permasalahan mengenai infrastruktur di Kabupaten Sorong.

 “Saya hanya memotifasi agar, lahan yang subur ini perlu untuk dimanfaatkan, sehingga tidak hanya untuk kecukupan pangan, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi dengan pengiriman ke luar,” terangnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sorong menyampaikan keberadaan Bandara Segun saat ini sangat penting untuk diwujudkan sebagai Bandara Internasional di wilayah Timur Indonesia, dilihat dari luas lahan yang disediakan untuk pembangunan Bandara Internasional maupun kebutuhan perjalanan ibadah untuk masyarakat di wilayah timur.

“Selama ini embarkasi haji dilakukan di Makassar untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku Utara, termasuk perjalanan ke Yerusalem. Dengan adanya Bandara Internasional, ini bisa sedikit menekan cost perjalanan,”kata Wabup.

Sementara itu, dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong, Ir. Natanael, lahan yang dibutuhkan Pemerintah Pusat untuk pembangunan Bandara Segun yakni 240 Ha, namun Pemerintah Kabupaten Sorong menyerahkan 400 Ha dari total lahan yang ada yakni 2500 Ha. “400 Hektar lahan akan kami serahkan ke Kementerian Perhubungan, seluruhnya telah dibebaskan. Sementara 2100 Hektar, untuk backup area,” ucapnya. 

Ditambahkannya, pengurusan amdal dan semua strudi telah selesai dilakukan pada Tahun 2013. Adapun APBN melaksanakan kegiatan dengan dana Rp 10 miliar, sehingga dana komulatif hingga Tahun 2016 sebanyak Rp 110 miliar.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengerjakan Bandara Segun ini, sehingga 400 Ha kami serahkan sesuai dengan masterplan,”ungkapnya.

Adapun jarak Bandara Segun ke Kota Sorong seharusnya 80 Km, namun telah diperpendek menjadi 45 Km. Sementara jarak dari Kantor Bupati Sorong menuju Segun kurang lebih 26 Km. Pembangunan Bandara Segun kembali ditegaskan Natanael, bukan untuk bersaing dengan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) melainkan untuk mengantisipasi stuck yang kemungkinan terjadi pada Bandara DEO 10 tahun kedepan.(nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed