oleh

Bandara Deo Resmi Dibuka

Pelabuhan Layani Penumpang dari Papua-Papua Barat serta Keluar Sorong  

SORONG – Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau,MM mengeluarkan instruksi pembukaan transportasi udara dan laut secara resmi yang mulai diberlakukan pada Senin (22/6). Pembukaan transportasi udara dan laut ini berdasarkan surat edaran Gugus Tugas Per­cepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masya­rakat produktif dan aman Covid-19.

Pembukaan transfortasi udara dan laut ini berdasarkan hasil rapat Forkopimda Kota Sorong yang dipimpin langsung Wali Kota Sorong dan dihadiri ­pimpinan DPRD, Wakil Wali Kota Sorong, dan Forkopimda lainnya yang dilaksanakan di Aula Samu Siret, Kantor ­Walikota Sorong beberapa hari lalu.

Instruksi Wali Kota Sorong tersebut mengatur tentang pengaturan transportasi udara dan laut di Kota Sorong ­dengan ketentuan, operasi transportasi udara melalui Bandara Domine Eduard Osok (DEO) bagi penerbangan komersial dimana penerbangan ko­mersial untuk penumpang ke Kota Sorong melalui transportasi udara dijadwalkan 2 maskapai dan setiap mas­kapai diizinkan 2 penerbangan per hari dengan rute Jakarta-­Sorong. 

Rute penerbangan keluar Kota Sorong dapat diatur oleh masing-masing maskapai penerbangan dan pener­bangan masuk ke Kota Sorong dari wilayah Papua dan Papua Barat dapat diatur oleh masing-­masing maskapai penerbangan. Pengaturan lainnya terkait penerbangan komersial ­mengacu pada Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor 13 Tahun 2020 tentang operasional transportasi ­masa kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Operasional transportasi laut bagi pelayaran komersial ­baik kapal Pelni maupun kapal perintis, kapal bermuatan penumpang dari luar wilayah Papua dan Papua Barat tidak diperkenankan menurunkan penumpang di Kota Sorong kecuali kapal dari wilayah Papua dan Papua Barat. Pela­yaran kapal diizinkan untuk penumpang yang akan meninggalkan Kota Sorong ke daerah yang masih membuka rute pelayaran. 

Pengaturan tersebut ­mengacu pada surat edaran Menteri Perhubungan RI nomor 12 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dengan transportasi laut ­dalam masa adaptasi kebiasaan ­baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19. “Tim Satuan Tugas Covid-19 Kota Sorong bersama TNI-Polri serta penyelenggaraan transportasi, akan melakukan pengawasan secara ketat,” kata Lambert Jitmau. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed