oleh

Bandara DEO Rencanakan Buka Kargo Internasional

-Metro-52 views

SORONG-Melimpahnya potensi perikanan di wilayah Provinsi Papua Barat menjadi anugrah sekaligus kecemasan lantaran pendistribusian hasil-hasil perikanan tersebut menemui berbagai kendala salah satunya akses transportasi. Oleh karena itu, Kantor UPBU Kelas 1 Domine Eduard Osok (DEO) dengan menggandeng Maskapai Garuda Indonesia merencanakan pembukaan cargo hasil perikanan rute Sorong – Internasional.

Pembukaan rute tersebut dibahas dalam kegiatan Coffe Morning Bandara DEO Sorong dengan tema ‘Membedah Potensi Perairan Sorong Raya dalam Merajut Kemandirian Ekonomi’, berlangsung di Mambramo Hotel dan dihadiri oleh pengusaha perikanan dan stakeholder terkait.

Dimana dalam kegiatan diskusi santai tersebut, diharapkan agar Provinsi Papua Barat dapat melakukan ekspor hasil perikanan secara langsung ke luar negeri seperti Singapure, Hongkong maupun negara lainnya. Mengingat, selama ini Papua Barat ketika mengekspor hasil perikanannya hanya sampai di Jakarta, Surabaya atau Makassar (transit).

Pemerintah dalam hal ini Kepala Dinas Perikanan dari tingkat Provinsi hingga kota dan kabupaten menyambut rencana baik dari Bandara DEO Sorong dan Maskapai Garuda Indonesia. Sementara itu, para pengusaha juga mendukung rencana tersebut hanya saja para pengusaha saat ini terkendala dengan keterbatasan akses transportasi dan kuota kargo yang dibatasi dari daerah asal ke Kota Sorong.

Kepala Bandara DEO Sorong, Cece Tarya, S.T.,M.A menjelaskan, kegiatan ini baru merupakan bincang-bincang santai untuk membangun mitra kerja guna membangkitkan semangat dalam mengakomodir permasalahan potensi perairan di Provinsi Papua Barat.

“Ada 2 yang kami inginkan adalah terkait dengan masalah perikanan dan masalah pariwisata. Sehingga kami membuat suatu diskusi ringan untuk mendapatkan data, masukan dan harapan untuk kami tindak lanjuti secara serius,”jelasnya kepada Radar Sorong, Selasa (16/2).

Dengan mendapatkan data dan informasi hasil perikanan maupun pariwisata sambung Cece, selanjutnya akan disampaikan kepada maskapai-maskapai agar bagaimana solusinya untuk mengantarkan hasil perikanan khususnya sampai ke tempat tujuan baik secara domestik maupun internasional. Perlu diketahui, tambah Cece Bandara DEO Sorong sudah memiliki kargo seluas 600 M2.

“Yang belum kami punya adalah cool stored atau tempat penyimpanan ikan sebelum diangkut. Namun kami sedang merencanakan akan membangun kargo modern sehingga kami perlu dasar justifikasi agar kami tahu kargo seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun para pengusaha,”ujarnya seraya menambahkan tahun 2022 pihaknya sudah mulai membangun gedung kargo baru.

GM Garuda Indonesia Sorong, Agny Gallus Pratama menyampaikan, Garuda Indonesia memiliki pesawat khusus Cargo di Q2 Q3 di tahun 2021. Sehingga selama proses menunggu ini, para pengusaha diharapkan perbanyak kiriman hasil perikanan meskipun harus transit terlebih dahulu, sehingga ketika data pengirimannya terekam maka Garuda Indonesia akan membuka penerabangan.

“Tentunya harus ada kerja sama antar stakeholder karena ini adalah proyek bersama, kami berharap bisa jalan dan tepatnya di bulan Juni 2021, kami berharap bisa membuka projek rute ekspor ke luar negeri,”ujarnya.

Salah satu pengusaha asal Kabupaten Kaimana, Slamet Laway mengatakan mengekspor hasil perikanan tidaklah susah hanya terkendala akses udara saja dimana setiap kali pengiriman melalui salah satu makapai, kargonya dibatasi hanya 700 Kg sekali pengiriman dari Kabupaten Kaimana ke Kota Sorong sedangkan di Kabupaten Kaimana memiliki pengusaha perikanan sekitar 9 orang.

“Seandainya maskapai Garuda membuka akses di Kaimana maka lebih baik lagi, karena hasil perikanan kami melimpah bahkan dalam sekali pengiriman bisa mencapai 2 hingga 5 ton. Selama ini, saya biasa mengirim hasil perikanan (kering) melalui Makassar sedangkan yang masih hidup ataupun beku melalui Surabaya atau Jakarta,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed