oleh

Bandara DEO Perketat Protokol Kesehatan

-Metro-213 views

SORONG-Jelang libur Nataru (natal 2020 dan tahun baru 2021), Bandara DEO Sorong perketat protokol kesehatan. Dalam melaksanakan kegiatan tetap menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dalam rangka upaya pengendalian covid-19. Menyiapkan fasilitas pendukung protokol kesehatan, mengurangi penumpukan atau antrian penumpang dan mensosialisasikan pengguna jasa Bandar Udara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan melalui pengumuman dan spanduk.

Kepala Bandara DEO Sorong Cece Tarya, ST.MA mengatakan ada ederan tentang peraturan menteri perhubungan RI nomor PM 18 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan covid-19. Persiapan dari Bandara DEO menjelang nataru yaitu Bandara DEO akan menyiapkan posko pengendalian transportasi udara hari raya natal tahun 2020 dan tahun baru 2021 dalam masa kegiatan masyarakat produktif dan aman dari covid-19 yang berlangsung selama 18 hari kalender mulai tanggal 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

“Diprediksi pada tangggal tersebut diprediksi terjadi kenaikan jumlah penumpang yang mungkin datang dan berangkat dari Kota Sorong. Dimana didalam tanggal 18 Desember sampai 4 Januari ada 2 liburan besar dalam rangka hari natal dan tahun baru. Sehingga lebih panjang penjagaan poskonya dibanding tahun sebelumnya,” terangnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Lanjutnya, pada posko Nataru akan dipasang CCTV, yang terintegrasi langsung pantauan pusat, setiap ada kegiatan penerbangan akan diisi data yang akan dianalisa langsung dari pusat, kemudian ada ajakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Kepala Bandara juga mengatakan pada Bandara DEO Sorong diprediksikan puncak arus mudik jatuh pada tanggal 24 Desember dan 31 Desember 2020, serta untuk prediksi puncak arus balik terjadi pada tanggal 27 Desember 2020 dan 3 Januari 2021 dimana arus mudik/balik pada tanggal 24 Desember 2020 dan 3 Januari 2021 diprediksikan lebih tinggi sesuai pengurangan libur dan cuti bersama.

Dikatakannya data penumpang di Bandara DEO Sorong pada tahun 2019, lonjakan penumpang datang terjadi di bulan Mei, dimana terdapat 96.197 orang penumpang. Sedangkan untuk penumpang yang berangkat, terjadi lonjakan pada bulan Desember sebanyak 62.314 orang, dan untuk penumpang yang transit terjadi lonjakan pada bulan Desember sebanyak 19.864 orang.

Sementara data Pada tahun 2020, lonjakan penumpang datang terjadi di bulan Januari, dimana terdapat 77.317 orang penumpang. Sedangkan untuk penumpang yang berangkat, terjadi lonjakan pada bulan Januari sebanyak 72.587 orang dan untuk penumpang yang transit terjadi lonjakan pada bulan Januari sebanyak 17.356 orang.

“Jadi jumlah frekuensi penerbangan dari tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2020 terjadi penurunan sebanyak 46 persen. Data pada tahun 2020 terjadi penurunan pada bulan April dan Mei 2020, kita melaksanakan surat edaran dari walikota Sorong bahwa kita sementara lockdown pada bulan tersebut untuk penerbangan keluar dan masuk ke Kota Sorong,” jelasnya.

Lanjutnya, kemudian naik grafik ketika ada surat edaran kembali dari wali kota untuk membuka jalur penerbangan di beberapa ruet saja, yaitu hanya Jakarta sehingga ada peningkatan yang harus didukung dengan surat swab dari warga yang tidak memiliki KTP Sorong. Namun sesuai surat edaran wali kota yang masuk ke Kota Sorong dengan KTP Sorong menggunakan rapid test saja yang berlaku hingga 30 November 2020.

“Sampai saat ini kami belum terima edaran terkait ketentuan  persyaratan terbang yang ditetapkan oleh Pemkot, sehingga untuk saat ini kami berjalan menggunakan standar Kementerian Perhubungan untuk seluruh rute di Indonesia menggunakan rapid test,” tandasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed