oleh

Bandar Togel Jalani Sidang Perdana

SORONG-Bandar Togel berinisial DLJ (46) diancam pidana dalam pasal 303 bis ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dakwaan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eko Nuryanto SH dalam sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Sorong yang dipimpin Majelis Hakim Bernadus Papendang, S.H di ruang cakra, Senin (7/7).

Selain DLJ, terdakwa lainnya yakni RH (27) laki-laki, bersama SA (29) perempuan dan MST (36) perempuan juga dituntut dalam dakwaan yang sama.

JPU Eko Nuryanto, dalam dakwaannya menjelaskan bahwa DLJ bersama RH, SA dan MST (dalam berkas terpisah) secara bersama-sama bersekutu maupun bertindak dengan sendiri pada Kamis 16 Januari 2021 sekitar pukul 02.11 WIT di Home Stay jalan Danau Sentani, Rufei dengan sengaja memberikan atau menawarkan ke khalayak umum untuk bermain judi. DLJ selaku Bandar mengadakan permainan judi jenis togel putaran Kamboja, Sidney, Singapura, dan Hongkong.

“Terdakwa sudah menjalankan permainan tersebut kurang lebih 3 bulan yakni sejak Oktober 2020 hingga Januari 2021, dengan menggunakan alat homunikasi hand phone melalui aplikasi Whatshapp yang dibantu oleh RH yang mengirim hasil rekapan judi togel permainan tebak angka,”jelasnya dalam persidangan, kemarin.

Sementara itu, SA dan MST bertindak sebagai pengecer, yang menyetorkan uang hasil penjualan untuk semua putraran judi togel. Dan, pembayaran untuk pembeli judi togel yang angka pasangannya keluar, merupakan tanggung jawab DLJ memberikan pembayaran tunai kepada RH dan RH menyerahkan uang pembayaran pemenang judi togel kepada SA dam MST sebagai pengecer dan akan dibayarkan kepada pemenang togel.

Kuasa Hukum DLJ dan SA, Yesaya Mayor, SH bersama Jerro Wasiri, SH dari LBH PBHKP mengungkapkan bahwasannya ia belum menyimak dakwaan tersebut lantaran belum dibacakan secara keseluruhan. Namun, klinenya dalam hal ini terdakwa DLJ dan SA tidak keberatan dengan dakwaan JPU. Sehingga, ia menganggap bahwa klinenya telah mengakui perbuatannya.

“Nanti saat pemeriksaan saksi pada Senin (14/6) bila mereka keberatan pada perannya dalam perkara tersebut, akan kami tuangkan didalam pembelaan dan akan masuk dalam pembuktian dengan pemeriksaan saksi,”tuturnya.

Sementara itu, RH dan MST didampingi pengacara penujukkan dari Posbakum PN Sorong. Sidang akan dilanjutkan pada Senin (14/6) dengan agenda menghadirkan saksi 4 orang dari JPU.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed