oleh

Bakso Tumpeng SP 1 Unik

AIMAS – Bagi pencinta bakso di Sorong, sepertinya harus mencoba menu bakso yang satu ini. Selain bentuk dan namanya yang unik, bakso di Warung Makan Cirebon milik Abah Mali di Jalan Tuturuga SP 1 Kelurahan Klamesen Distrik Aimas, juga memiliki rasa yang fantastik. 

Pengunjung Warung Bakso Abah Mali di Jalan Tuturuga SP 1, Distrik Aimas Kabupaten Sorong

Menu bakso yang tersedia cukup beragam, mulai dari Bakso Tumpeng, Bakso dengan isian Rendang Merantau, Telur dan Bakso kecil, adapula Bakso Bacok Begal dengan ceker ayam, Bakso Beranak, Bakso Granat, Bakso Mercon, Bakso Spesial Sapi dan Bakso Spesial Ikan.  “Lucu saja namanya, kami buat baksonya baru kami namakan,” kata Abah Mali kepada Radar Sorong, kemarin (2/7). 

Harga menu cukup beragam, mulai dari harga Rp 20 ribu untuk bakso spesial ikan dan sapi hingga Rp 50 ribu untuk bakso tumpeng dan bacok begal per porsinya. Dengan harga Rp 50 ribu, bakso tumpeng dan bakso bacok begal sudah dapat dinikmati 3 orang.  “Harganya kami sesuaikan, karena pem­buatannya cukup susah untuk bakso Tumpeng­nya,” jelas Abah Mali. 

Selain rasa dagingnya yang begitu terasa dengan isian yang beragam, para pembeli juga dapat memilih kuah bakso yang disediakan berbeda. Ada kuah pedas dan kuah biasa, sebagian besar pembeli justru memilih kuah pedas yang rasanya jauh lebih nikmat namun tidak begitu pedas, sehingga dapat ditambahkan sambal jika dirasa kurang.

Warung Abah Mali dibuka sejak Maret 2020, namun dikarenakan kondisi pandemi Coronavirus Diseasea 2019 (Covid-19), warung tersebut harus tutup kurang lebih 2 bulan. “Karena Covid, jadi kami tutup selama 2 bulan kemarin, dan baru buka 2 minggu terakhir ini,” jelasnya. 

Meski baru buka kembali, warung bakso Abah Mali ­sudah viral di media sosial. Pengun­jung yang datang ramai, ­sehingga para pembeli harus rela antre mendapatkan­ ­tempat untuk makan di warung.  Beberapa pembeli terpaksa ­harus membungkus pesanannya. 

Sehari, Abah Mali mampu menghabiskan 15 Kg daging sapi untuk berjualan bakso dari pukul 11.00 -16.00 WIT. Daging sapi yang digunakan merupakan daging sapi segar yang baru dipotong dari kandangnya di Aimas dan langsung dibawa ke pasar untuk digiling. “Dagingnya kami ambil dari kandang pak Jiman, paginya dipotong langsung kami bawa ke pasar untuk ­digiling,” ­terangnya. 

Selama 2 minggu berjualan, pembeli yang datang menurutnya semakin bertambah dan terjauh menurutnya yang datang dari arah Saoka, Kota Sorong. “Terakhir kali yang datang itu dari Saoka,” ­ucapnya.  Sebelum berjualan bakso, Abah Mali berjualan makanan di Raja Ampat, namun ia memutus­kan untuk ke Sorong dan memulai usaha barunya tersebut yang kini menjadi primadona bakso di Kabu­paten Sorong. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed