oleh

Bakar Helikopter, KKB Kian Beringas

JAYAPURA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  kian beringis dalam melakukan aksinya di Kabupaten Puncak. Setelah menembak mati 2 guru di Beoga Kabupaten Puncak, kali ini mereka membakar helikopter milik PT. Ersa Air yang terparkir di Bandara Ilaga. Selain itu, pada Minggu (11/4) malam, mereka juga membakar sejumlah ruangan SMPN 1 Beoga yang lokasinya berada satu kawasan dengan SMAN 1 Beoga dan SD Inpres Beoga.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, helikopter yang dibakar KKB kondisinya memang sudah rusak. ”Helikopter yang dibakar KKB itu kondisinya rusak,” kata Kapolda Papua kepada wartawan di Jayapura, Senin (12/4). Diakuinya, pascainsiden pembakaran helikopter, kondisi keamanan di Ilaga relatif aman. Kendati demikian, ia meminta aparat keamanan tetap bersiaga. ”Saat ini kondisi keamanan di Ilaga relatif aman dan terkendali, namun anggota TNI-Polri yang bertugas di wilayah itu senantiasa bersiaga,” tandasnya. Mathius menerangkan, rencana evakuasi warga yang mengalami gangguan keamanan di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, sementara masih dalam persiapan.

Pada Minggu (11/4) malam, KKB membakar sejumlah ruangan SMPN 1 Beoga yang lokasinya berada satu kawasan dengan SMAN 1 Beoga dan SD Impres Beoga. ”Hari ini tidak ada penembakan, terakhir tadi malam (11/4) mereka bakar enam ruang SMP ditambah satu ruang laboratorium, satu ruangan perpustakaan dan gudang, jadi total sembilan ruangan yang dibakar. Kejadian sekitar pukul 18.25 WIT,” ujar Kapolsek Beoga, Ipda Ali Akbar yang diwawancarai melalui sambungan telepon seluler, Senin (12/4).

Dituturkannya, sebelum melakukan pembakaran, KKB memprovokasi aparat keamanan dengan melepaskan sejumlah tembakan ke arah Koramil Beoga. ”Kemarin mereka sempat buang tembakan untuk mengganggu aparat yang bertugas di Beoga. Mereka tembak ke arah Koramil, itu dari jam 07.45 sampai 10.30 WIT,” bebernya.

Menurutnya,  KKB masih berada di Beoga dan bersembunyi di sekitaran ujung Bandara Beoga. Minimnya jumlah personel kemanan di Beoga, ia berharap pasukan penebalan yang dikirim dari Mimika dan Intan Jaya segera tiba. ”Kami berharap personel perkuatan segera masuk untuk lakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan kepada guru,” harapnya.

Kapolsek Beoga mengaku selain situasi keamanan yang belum kondusif, stok bahan makanan di Polsek dan Koramil Beoga semakin menipis, padahal sejumlah warga pendatang saat ini masih mengungsi di lokasi tersebut. ”Iya (stok makanan menipis) karena sudah satu minggu ini tidak pernah ada penerbangan, cuma satu kali pesawat masuk untuk ambil jenazah saja. Stok makanan paling dua hari lagi habis,” kata Kapolsek

Terpisah, Kepala Bandara Ilaga, Herman Sujito mengaku helikopter yang dibakar KKB tersebut diparkir sejak tanggal 31 Maret 2021 lalu karena mengalami gangguan mesin. Menurutnya, hingga saat ini pihak perusahaan masih menunggu onderdil baru, namun pada Minggu malam dibakar oleh KKB. ”Yang terbakar di bagian depannya,” jelasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed