oleh

Bakar 1.000 Lilin

SORONG – Masyarakat menggelar kegiatan bakar seribu lilin di pinggir jalan Basuki Rahmat dari perempatan traffic light Maranatha Km 7 hingga di depan Toko Thio, Jumat (23/8) malam. Aksi bakar lilin ini bukan hanya diikuti warga asli Papua saja, tetapi juga diikuti masyarakat nusantara yang turut merasa prihatin dengan kejadian rasisme di Surabaya dan Malang Jawa Timur yang akhirnya memicu aksi massa di Papua dan Papua Barat.

Tujuan kegiatan pembakaran lilin ini untuk menunggu jawaban, tangkap dan adili pelaku rasisme. Masyarakat melakukan kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan keseriusan mereka dalam menunggu keadilan.  Masyarakat sangat menginginkan pelaku untuk ditangkap secepatnya dan segera diadili, karena ini menjadi salah satu persoalan yang sangat dinantikan oleh masyarakat, aksi demo dan pelaksanaan bakar lilin ini adalah salah satu aksi dari keseriusan masyarakat terkait persoalan ini. 

Korlap aksi pembakaran lilin dan aksi demo harga diri Papua, Leonardo ijie mengatakan, kedatangan Menko Polhukam, Wiranto, ke Kota Sorong sangat disayangkan karena pertemuan yang dilakukannya tidak melibatkan rakyat yang sangat kecewa dan sakit hati.  “Kami tidak main-main, jika negara tidak memberikan keadilan bagi kami masyarakat Papua, maka saya ingin menyampaikan bahwa pisahkan kami. Biarkan kami menemukan dan mencari keadilan menurut kami sendiri,” tegas Leonardus Ijie kepada wartawan, semalam.

Menurutnya, hinaan bernada rasisme yang dilakukan oleh oknum tertentu kepada masyarakat Papua, hanya sebagai pemicu yang membangkitkan semua persoalan yang terpendam dalam hati orang asli Papua, sehingga memicu aksi di Papua dan Papua Barat. (cr-49)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed