oleh

Bahas Program Kerja, DMI Kota Sorong Gelar Rakerda

SORONG-Untuk pertama kalinya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Sorong melaksanakan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) guna menyatukan pemikiran, ide dan gagasan sehingga menghasilkan program-program kerja yang akan dilaksanakan di periode 2019-2024. Rakerda yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakontani tersebut berlangsung di Hotel Mariat, Sabtu (12/6).

Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH.,M.Si yang juga selaku Ketua Umum Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Provinsi Papua Barat menjelaskan bahwa melalui momentum ini, Pemerintah mengajak dewan masjid yang merupakan salah satu komponen bangsa untuk bersama-sama Pemerintah menjaga dan membumikan toleransi, kerukunan antara umat beragama dengan saling menghargai. Agar, mewujudkan Kota Sorong sebagai daerah yang kondusif sehingga seluruh aktivitas kegiatan pemerintah maupun sosial kemasyarakan dapat berjalan dengan baik.

“Karena pada tahun 2017 dan 2019, Papua Barat mendapatkan rangking pertama di Indonesia karena indeks kerukunan beragama terbaik. Kami ingin agar apa yang kita peroleh ini menjadi semangat kita dan kami harap DMI cerdas  memanfaatkan momentum ini agar menyerukan kepada Ketua-Ketua BKM / takmir masjid, iman-imam masjid agar indeks kerukunan beragama ini bisa kita pertahankan karena ini juga berdampak pada stabilitas di daerah ini,” jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Rakerda pertama ini, sambung Wagub secara internal akan dimanfaatkan untuk menjabarkan program kerja yang lebih implementatif untuk dilaksanakan DMI Kota Sorong pada periode 2019-2024.  Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah, khususnya di masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir meskipun angka kesembuhan pasien Covid di Provinsi Papua Barat semakin tinggi.

Ketua DMI Kota Sorong, H. Kisman Rahayaan, MM mengatakan, kegiatan Rakerda DMI pertama ini untuk memadukan langkah, pandangan, gagasan, wawasan dan ide yang akan dituangkan dalam program kerja masa bakti 2019-2024. Sehingga, program kerja tersebut dapat menjadi pedoman yang terarah dan terukur dan mudah diimplementasikan.  

“Yang menjadi prioritas kami adalah mendata seluruh masjid, karena dengan pendataan masjid maka akan ada dukungan data berupa profil masjid, status tanahnya kemudian potensi yang dimiliki masjid, seperti jumlah jamaah. Sehingga dalam kebijakan kedepan, tidak salah arah dan sasaran,”ungkapnya.

Misalnya, sambung Ketua DMI Kota Sorong, ada masjid yang berpotensi untuk dikembangkan perekonomiannya dengan pembangunan mini market lantaran memiliki banyak jamaah. Kedua, DMI Kota Sorong ingin membentuk BMT di tiga kawasan sehingga dana umat bisa di salurkan ke BMT tersebut sehingga penghasilannya bisa untuk kaum muslimin sendiri.

“Saat ini sekitar 120 masjid dan musala di Kota Sorong dan jumlah kaum muslimin sekitar 47 ribuan. Makanya, kami harus melakukan pendataan di setiap masjid sehingga kita tahu dan kami akan membuatkan peta untuk ditandai,”tuturnya.

Kisman berharap dengan Rakerda ke 1 DMI Kota Sorong mendapatkan dukungan dari seluruh pihak terutama Pemerintah daerah baik kota maupun provinsi. Karena, jika masjid dapat dimakmurkan maka jamaah sekitar masjid atau umat Islam Kota Sorong dapat meringankan beban Pemerintah daerah dalam melayani kebutuhan masyarakat Kota Sorong secara umum. 

Sementara itu, Ketua MUI Kota Sorong, KH Abdul Manan Fakaubun memberikan apresiasi dan dukungan kepada Ketua DMI Kota Sorong karena dapat melaksanakan Rakerda pertama DMI Kota Sorong, guna mengajak umat untuk memakmurkan masjid. 

“Kita umat Islam di Kota Sorong kurang lebih 47 ribuan atau sekita 50 persen dengan umat lain. Sehingga, saya berharap dari Rakerda ini dapat melahirkan ide dan gagasan yang positif dan konstruktif yang bisa di terapkan umat Islam dalam rangka memakmurkan masjid. Sehingga, insya Allah semua yang kita programkan bisa berjalan dengan baik dan terciptanya suasana aman dan nyaman di Kota Sorong”. pungkasnya.

Setelah melakukan pemukulan rebana secara bersama, acara rakerda DMI juga dihadiri Wali Kota Sorong yang diwakili Assisten Pemerintah Kota Sorong, Rektor IAIN, Unsur Forkopimda dan para Ulama, Tokoh Agama, Ketua2 BKM se -Kota Sorong dan beberapa tamu undangan lain. 

Sebelum masuk acara inti, dilakukan pembekalan wawasan kebangsaan oleh Dandim 1802, Ketua MUI Kota Sorong, Rektor IAIN Sorong, dan Ketua DMI Kota Sorong. Selanjutnya, dilakukan  rapat kerja Sterring committe yang dibagi menjadi 3 Komisi yang masing-masing membidangi Komisi Program Masjid, Organisasi, dan Rekomendasi.

 Setelah hampir 1 jam diperoleh beberapa hasil-hasil yang oleh masing-masing komisi diserahkan kepada Ketua SC Andi Bahri Samsul Maddukkelleng untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua Umum DMI Kota Sorong untuk menjadi pedoman kerja dalam waktu 1 tahun ke depan.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed