oleh

Badai Kamuri Sebabkan Gelombang Tinggi

-Manokwari-397 views

MANOKWARI-Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Rendani, Manokwari, Denny Putiray menuturkan, badai Taifun Kaimuri menyebabkan gelombang tinggi hampir tiga meter di wilayah Papua dan Papua Barat pada beberapa hari terakhir. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini agar menjadi perhatian serius para nelayan dan kapal-kapal kecil.

“Beberapa hari terakhir ada badai berputar di perairan sebelah utara Papua dan Papua Barat. Karena itu kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi,” kata Denny kepada wartawan, Rabu (4/12/).

Ia mengutarakan, badai tersebut terus bergerak dan bergeraknya cukup lama di Samudera Pasifik. Saat ini diperkirakan sudah sampai di wilayah Filiphina. Wilayah Papua dan Papua Barat beruntung karena berada di wilayah katulistiwa, sehingga tidak merasakan dampak langsung atas setiap badai yang datang.

“Kami terus pantau, hari ini sepertinya badai Kamuri sudah tidak ada. Meskipun demikian, kita harus tetap waspadai. Biasanya setelah badai datang akan muncul badai-badai yang lain apalagi sekarang kita masih dalam masa pancaroba,” tutur Putiray lagi.

Selain mengakibatkan angin dan gelombang air lain, lanjut Putiray, badai Kamuri juga mengakibatkan hujan meskipun hanya berlangsung cepat. Sejak Sabtu pekan lalu hingga Selasa (3/12) BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang potensi gelombang air laut setinggi 3 meter di wilayah Papua dan Papua Barat. Daerah-daerah yang berpotensi menerima dampak badai tersebut antara lain perairan Raja Ampat, Jayapura, Manokwari dan Perairan Biak.

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memperingatkan terkait kemunculan awan gelap cumulonimbus di Perairan Manokwari, Perairan Biak, Sarmi Jayapura, Raja Ampat, Sorong, Teluk Cenderawasih, dan Perairan Fakfak, Kaimana.

“Badai ini biasanya terus bergerak dalam waktu seminggu lalu hilang dengan sendirinya. Terakhir kami pantau sudah bergerak ke arah Filiphina dan lama-lama akan hilang sendiri,” ujarnya lagi.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed