oleh

Ayam Beku “Bintang Lima” Sukses Tembus Pasar Nasional

-Ekonomi-67 views

Suyoto : Tidak Ada yang Sulit Kalau Mau Belajar, Tidak Ada yang Berat Kalau Mau Berjuang

SORONG – Sebagai pendatang baru di dunia usaha chiken frozen (ayam beku) PT Trijaya Lestari Food yang memproduksi ayam beku merk “Bintang Lima” langsung menyedot perhatian pasar. Betapa tidak, ayam beku “Bintang Lima” yang diproduksi di RPH (rumah pemotongan hewan) Kertosono, Nganjuk Jawa Timur telah berhasil menggaet pelanggan di sejumlah daerah di tanah air.

PMB OPBJJ-UT Sorong

CEO PT Trijaya Lestari Food, Suyoto dalam rekaman video yang di-share ke Radar Sorong mengungkapkan, selain ke wilayah barat seperti Jakarta dan Pulau Jawa lainnya, ayam “Bintang Lima” permintaan pasar juga datang dari sejumlah daerah di tanah air, seperti dari Batam, Medan, Kendari, Ternate hingga ke Sorog Papua Barat.

Dalam memproduksi ayam beku “Bintang Lima” ini, Suyoto didampingi adik kandungnya Sudirman sangat mengedepankan quality control sehingga produknya pun langsung laku di pasaran.
Dari tingginya permintaan pasar, saat ini PT Trijaya Lestari memproduksi ayam beku “Bintang Lima” 20 ton ­perhari.

Dengan diangkut kontainer, pesanan pelanggan dari berbagai daerah terlihat dari kesibukan karyawan yang total berjumlah sekitar 120 orang.
Dari rekaman rangkaian proses produksinya, ayam “Bintang Lima dijamin Halal dan Toyyiban. Dimulai dari tahap pemotongan yang diawali Bismillah kemudian dilanjutkan ke tahapan kontrol medisnya untuk dicek apakah pemotongannya sudah benar atau belum. Setelah oke dilanjutkan dengan tahapan perebusan yang kemudian ke mesin pencabut bulu (tahap pembersihan).

Di pabrik RPH yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 1 Ha itu, ada ruang produksi zona A yang harus betul-betul steril. Proses sortir juga dilakukan untuk untuk dipisahkan sesuai gradenya (quality control), kemudian dmelakukan tahap pembekuan untuk selanjutnya dibawa ke colstorade (penyimpanan) dengan suhu berkisar minus 20 derajat Celcius.
Bagi Radar Sorong, owner ayam beku “Bintang Lima”, Suyoto bukanlah orang baru. Suyoto adalah mantan Direktur Utama Harian Cenderawasih Pos Jayapura (dulunya induk Radar Sorong) yang juga mendirikan Radar Sorong diawal tahun 2000 lalu. Tahun 2016, Suyoto memutuskan untuk resign, hengkang dari Cendewasih Pos Jayapura dan kembali ke kampung halamannya di Nganjuk Jawa Timur.

Bersama adiknya, Suyoto pun mencoba menekuni usaha ayam beku dengan mendirikan pabrik RPH pada tahun 2018. Dengan memiliki nyali yang besar didukung hitung-hitungan bisnis yang tepat, Suyoto bersama adiknya Sudirman akhirnya mampu mewujudkan mimpinya yang besar untuk memiliki usaha pabrik ayam beku.

Hasil observasi pasar yang didukung dengan managemen yang handal, pertengahan tahun 2019 lalu, ayam beku produksi Trijaya Lestari di Nganjuk Jawa Timur ini pun mampu menembus pasar ke berbagai daerah di tanah air, termasuk melayani orderan PT Sorong Sejatera Bersama (SSB) yang beralamat di Kantor Radar Sorong.
Untuk memulai karya besar, Suyoto pun mengatakan perlu nyali yang besar dan perhitungan yang mantap.

“Tidak ada yang sulit kalau mau belajar, tidak ada yang berat kalau mau berjuang,”tandas Suyoto mengungkap kunci suksesnya. (ros)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed