oleh

Ayah Bejad Tega Setubuhi Anaknya

WAISAI – Seorang ayah berinisial AM (44) dilaporkan tega menyetubui anak kandungnya sendiri yang masih berusia dibawah umur. Kejadian tersebut diketahui saat korban berinisial HM (16) mendatangi SPKT Polres Raja Ampat, Sabtu (13/2) malam, melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada aparat kepolisian.

“Setelah menerima laporan, langsung ditindaklanjuti Satreskrim dan pada Minggu (14/2) malam tersangka berinisial AM yang merupakan mantan pegawai honorer SatPol-PP Pemkab Raja Ampat telah ditahan di rutan Mapolrer Raja Ampat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W. Manuputty,S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Nirwan Fakaubun,S.IK,MH dan jajarannya saat rilis perkara di ruang data Mapolres Raja Ampat, Selasa (16/2).

Dibeberkannya, kronologis kejadian berawal pada Sabtu malam tersangka sedang berada di rumahnya di Distrik Waisai Kota. Tersangka kemudian menyuruh anaknya, HM (16) masuk ke dalam kamar, tersangka lalu melakukan perbuatan bejatnya dengan menyetubui anaknya. “Tersangka ini merupakan ayah kandung dari korban HM yang masih berusia 16 tahun. Selesai disetubui, korban memberanikan diri saat tengah malamnya melapor ke bagian SPKT Mapolres Raja Ampat terkait kejadian yang diperbuat ayah kandungnya kepadanya,” jelas Kapolres.

Dalam perkara ini, Kapolres mengatakan, penyidik Satreskrim Polres Raja Ampat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman tersangka, dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi termasuk menyita sejumlah barang bukti. “Untuk kasus ini pemeriksaan awal kepada terasngka sudah dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi diantaranya korban HM sendiri, kemudian saksi ibu kandung korban serta om korban,” terangnya

Dari keterangan awal lanjut Kapolres, tersangka pada saat diperiksa mengaku melakukan perbuatannya karena dipengaruhi minuman keras (miras). Namun demikian, hal ini masih keterangan awal dari tersangka. Kasus ini masih terus dikembangkan dan didalami lagi melalui pemeriksaan sejumlah pihak yakni saksi-saksi termasuk korban sendiri. “Kami akan menindalanjuti kasus ini hingga ke Pengadilan. Dalam kasus ini kami juga akan berkordinasi dengan BAPAS karena korban merupakan anak dibawah umur. Tentunya kejadian ini akan menjadi pengalaman traumatis bagi korban. Apalagi, anak dibawah umur yang mengalami kekerasan seksual maupun pencabulan. Sebab itu, kita akan melakukan pendampingan untuk memperbaiki dan meningkatkan psikologis korban,” jelas Andre Manuputty.

Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, AKP Nirwan Fakaubun,S.IK,MH, menambahkan, dari keterangan yang didalami, korban diduga dicabuli ayah kandungnya sejak umur 12 tahun di tahun 2017, ketika itu korban masih duduk dibangku kelas 6 SD sampai korban berusia 16 tahun di tahun 2021 ini tersangka masih melakukan hal yang sama. “Dari keterangan tersangka mencabuli anaknya HM sebanyak 6 kali terjadi sejak tahun 2017. Kejadian itu berawal pertama kali di rumah om-nya yakni adik dari ayah kandung korban berinisial UM. Dan UM juga akan diperiksa apakah saat kejadian yang bersangkutan mengetahui atau tidak. Tapi menurut keterangan korban dirumah tersebut hanya ada korban dan ayahnya (tersangka). Korban diiming-imingi akan dibelikan ponsel. Perbuatan itu terjadi 3 kali di rumah omnya korban, 2 kali di rumah tersangka, dan 1 kali di kantor Satpol-PP,” ungkap Nirwan.

Nirwan menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil visum dokter. “Tersangka sementara kita jerat dengan Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pasal ini yang akan kita kenakan kepada tersangka dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelas Kasat Reskrim. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed