oleh

Ayah Alm Brigpol YFS Minta Kepolisian Tahan Tersangka

-Metro-83 views

Bantah Tudingan Larang EHS Bertemu Ibunya

SORONG – Ayah kandung Alm Brigpol YFS, Hulman Siahaan membantah tudingan tidak mempertemukan cucunya inisial EHS atau Olan dengan ibu kandungnya ARP (Mantan Istri Alm YFS). Namun, sebaliknya Olan enggan bertemu dengan Ibu kandungnya lantaran takut akan dibunuh. Demikian diungkapkan oleh Ayah Kandung Alm Brigpol YFS, Hulman Siahaan, kepada awak media saat berada di rumahnya, Senin (30/8).

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Olan yang tidak mau datang, bahkan mau dikawal oleh opungnya pun dia tidak mau dan marah. Dia bilang, dia takut karena sudah diancam akan dibunuh sebanyak 2 kali, pertama kali waktu ayahnya di bawa ke RS Sele Be Solu dan yang kedua saat jenazah ayahnya disemayamkan di rumah duka,”jelas Hulman Siahaan, kemarin.

Menurut Hulman, dirinya tidak pernah menjauhkan cucunya dari ibu kandungnya, namun sebenarnya adalah usai Alm YFS dikebumikan, pihak keluarga Alm yang mengantarkan ARP kembali ke keluarganya, selama 10 hari ARP berada di keluarganya, ARP tidak pernah menelphone ataupun menanyakan atau menjenguk anaknya.

“Dan dihari ke 10, ARP datang dan memanggil anaknya dari luar pagar, mendengar suara ibunya Olan lari dan bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Lalu Almarhumah Istri saya dan Omnya bertanya, namun Olan bilang jangan dijawab, aku tidak mau ikut mama,”ungkap Hulman sambil menirukan gaya bicara cucunya.

Sampai saat ini, tambah Hulman ARP tidak pernah lagi, bahkan saat membongkar mayat Alm YFS untuk diotopsi, ARP tidak hadir ataupun berbicara sepatah kata dengan pihak keluarga Alm YFS hingga saat ini, maka Hulman meminta agar jangan membalikan fakta. Sebab waktu kejadian kematian Alm YFS, cucunya (anak Alm YFS dan ARP) melihat sendiri kejadian tersebut dan hal tersebut disampaikan Olan kepada Komnas HAM.

“Olan sendiri yang meminta kepada kami, melalui Komnas HAM bahwa dirinya tidak mau ikut bersama mamanya. Silahkan tanya sendiri sama Olan, karena setahu kami Olan bahkan sangat membenci dan marah apabila kami bicara tentang mamanya,”ungkapnya seraya menambahkan saat ini Olan sudah berusia 9 tahun

Hulman juga berterima kasih kepada pihak penyidik Kepolisian Polres Sorong Kota yang telah menetapkan 2 tersangka dengan dugaan pembunuhan terhadap Alm Brigpol YFS. Hulman mengakui, pihak keluarga sangat lelah terus mencari keadilan selama 3 tahun.

“Kami sudah merasa sedikit lega, atas ditetapkannya tersangka pembunuhan anak kami dan saya harap mereka dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan mereka,”harapnya.

Menanyakan terkait kedua tersangka yang belum ditahan, Hulman mengatakan, keluarga berharap kepada pihak kepolisian agar menahan tersangka, sebab ARP adalah pembunuh berdarah dingin. Karena, mendengar pengakuan ARP ia terbangun dan melihat sang suami gantung diri, maka dengan sigap sebagai pahlawan melewati suaminya tanpa teriak mengambil pisau lalu memotong kabel yang digunakan YFS untuk gantung diri.

“Apakah ini wajar, seorang istri melihat mayat tanpa meminta pertolongan, ambil pisau dan memotong kabel kemudian selanjutnya menelephone anggota polisi yang juga satu kompleks dan mengatakan suaminya pingsan,”tuturnya.

Diakui, Hulman selama berkeluarga, ARP dan Alm YFS pernah bertengkar dan menurut pengakuan Alm YFS dan dibenarkan oleh cucunya, bahwa ARP berani melempar pisau ke Alm YFS. Kemudian berdasarkan pengakuan cucunya, ARP sering dijemput oleh pria lain pada malam hari saat YFS tugas penjagaan di luar Kota Sorong.

“Kami sangat berharap dan memohon kepada Presiden, Kapolri atau siapapun agar berkenan membantu kami untuk mendapatkan keadilan bagi keluarga kami. Karena selama 3 tahun ini, kami terus menanti dan bahkan kami menyambangi Kompolnas, Mabes Polri hingga Kapolda. Tolong keletihan kami ini terjawab dengan keadilan yang seharusnya kami dapatkan dari Negara ini,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed