oleh

Awal Desember, TPID Laksanakan Sidak

-Metro-119 views

SORONG – Memasuki perayaan hari Natal pada bulan Desember 2020, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang di dalamnya terdapat Dinas Perdagangan, Dinas Perikanan serta DPRD Kota Sorong akan melaksanakan sidak pada distributor-distributor di wilayah Kota Sorong pada awal bulan Desember 2020 nanti.

Sidak yang dilakukan ini bertujuan untuk menjamin kesehatan bahan makanan khususnya sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari agar tetap aman dikonsumsi.
Kabag Perekonomian dan SDA Kota Sorong, Milan Latumeten, S.STP menyebutkan, pihaknya tetap akan jemput bola atau turun lapangan ke tempat-tempat penjualan bahan makanan sebab hal ini merupakan rutinitas tahunan yang biasanya dilakukan menjelang perayaan hari kebesaran keagamaan.
“Kami akan lakukan sidak dan turlap ke setiap distributor yang ada di Kota Sorong, kami tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang di dalamnya ada dinas teknis maupun DPRD,”jelasnya kepada Radar Sorong, Senin (30/11).
Menurutnya, hingga kini pihaknya belum memetakkan mana saja distributor yang menjadi sasaran pelaksa­naan sidak namun ia pastikan pada awal bulan Desember 2020 tim TPID akan turun untuk melakukan sidak-sidak ke distributor.

“Kami akan melaksanakan sidak khususnya bahan pokok itu seputaran beras, minyak goreng, gula dan sembilan bahan pokok lainnya,”­ujarnya sembari menyebutkan, pihaknya lebih mengutamakan ketersediaan beras di wilayah Kota Sorong mengingat Kota Sorong merupakan penyangga untuk kabupaten-kabupaten di Sorong Raya sehingga dikhawatirkan menjelang perayaan hari besar stok beras di Kota Sorong berkurang lantaran adanya penyaluran beras ke kabupaten-kabupaten tetangga dengan stok yang besar.

Diakuinya selama melaksanakan sidak saat perayaan hari besar ­keagamaan pihaknya sering mendapati bahan makanan yang kadaluarsa dan hal tersebut terjadi berulang kali. Oleh karena itu ia mengimbau kepada pelaku usaha khususnya distributor agar tidak menumpuk barang kadaluarsa dan dipisahkan dari barang-barang yang masih bagus.

“Kalau mau pemusnahan, kami pun harus diundang untuk ikut menyaksikan, namun kadang mereka kurang ada kerja sama yang baik, namun kami akan tetap menyurati mereka,”terangnya seraya menambahkan bila ada distributor yang masih memperjualbelikan bahan kadaluarsa, maka akan diberikan sanki berupa teguran hingga izin-izin usaha distributor yang akan ditunda, namun selama ini masih bersifat teguran.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed