oleh

Atasi Banjir, Bangunan di Atas Drainase Wajib Dibongkar

-Metro-39 views

Seputaran Km 10 masuk khususnya di area Kios selalu terendam banjir bila turun hujan. Hal tersebut tidak lupuk dari perhatian Pemerintah Kota Sorong. Sehingga, Pemkot melalui Bappeda Kota Sorong, Andi Jitmau menyarankan agar rumah warga yang berada di sekitar Kios dan dibangun di atas drainase harus di bongkar.

“Kenapa di Km 10 hampir setiap hujan kebanjiran, karena mereka tidak ikuti aturan yang ada di dalam tata ruang,”jelas Kepala Bappeda Kota Sorong.

Andi menilai, untuk merubah tata ruang di Km 10, harus ada ketegasan Pemerintah Kota Sorong, karena bila dibiarkan maka 50 hingga 100 tahun akan terus seperti itu.

“Kalau pemerintah berkomitmen bongkar dan itu harus dilakukan. Semestinya kita harus bongkar bangunan yang dibangun diatas saluran dan pembuangan, karena Kota Sorong ini dari sisi ketinggian, permukaan air laut lebih tinggi dari kota ini,”ungkapnya.

Mnurutnya, warga sekitar kebiasaan  membangun bangunan dahulu, baru kemudian ketika bermasalah maka pemerintah yang kena imbasnya. Seharusnya semua yang berkaitan dengan tata ruang harus disesuaikan dengan mekanisme dan prosedur sehingga tidak terjadi banjir.

“Kita perlu tegas terkait tata ruang dan izin, karena izin – zin ini siapa sebenarnya yang mengeluarkan. Bila, di Kota Sorong ada yang mengeluarkan izin yang tidak resmi maka itu tidak boleh. Apabla terjadi tentunya sangat disayangkan,”tandasnya.

Pada prinsipnya banjir yang terjadi di Kota Sorong ini karena warga yang tidak mengikuti mekanisme dan prosedur berdasarkan izin dikeluarkan. Oleh karena itu, jika berbicara soal kewenangan,maka kewenangan pusat,provinsi dan kota seperti jalan dan saluran itu seperti apa.

“Perlu diketahui, Kota Sorong ini merupakan kawasan strategis, dimana kota ini menjadi persiapan untuk pemekaran provinsi,”terangnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed