oleh

Asrama Mahasiswa Sorsel Diserang

MANOKWARI – Sejumlah mahasiswa asal Sorong Selatan (Sorsel) di Manokwari, Kamis (18/2) mengadu ke Gubernur  Papua Barat diwakili Asisten 1 Melkias Werinussa soal penyerangan dan pengrusakan asrama mahasiswa asal Sorsel di Amban, Manokwari.  Koordinator aksi, Nomensen Bleskadit mengatakan, sejumlah orang diduga kerabat dekat salah satu pejabat Pemprov PB datang mengamuk dan seorang mahasiswa dipukul.

Nomensen Bleskadit di hadapan  Asisten 2 Setdaprov Papua Barat menuturkan, penyerangan dan pengrusakan di asrama mahasiswa Sorong Selatan, Rabu (17/2/) malam di Manokwari, berhubungan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa di kantor gubernur. Salah satu keluarga penjabat tak terima ketika mahasiswa menyoroti kinerja kepala dinas dalam pembangunan jalan di Sorsel. “Tadi malam itu ipar-ipar dari kepala dinas masuk ke asrama Sorong Selatan dan bongkar asrama. Kami juga heran, mengapa sampai menyerang asrama, kami sendiri diancam di asrama,” kata Nomensen Bleskadit.

Dia menduga penyerangan asrama mahasiswa Sorsel terkait dengan aksi unjuk rasa di kantor gubernur siang sebelumnya. Dalam aksi unjuk rasa, para mahasiswa menyoroti pembangunan jalan yang tak kunjung rampung. “Kita datang membawa buah bibir masyarakat, tetapi kita juga diancam,” bebernya.

Mestinya lanjut Nomensen, sebagai seorang pemimpin atau pejabat tak boleh alergi dengan kritik. Seorang pejabat harusnya dapat menerima kritik. “Kalau dikritik demi kebaikan dan kesejahterakan masyarakat mestinya harus terima,” ujarnya. Dikatakan Nomensen, pada aksi unjuk rasa di kantor gubernur, Rabu, pihaknya meminta agar dihadirkan 3 kepala pejabat yang kinerjanya berhubungan dengan infrastruktur. “Bicara mengenai kinerja Dinas PU, Bappeda dan Kepala Biro Pemerintahan. Itu yang kemarin kami sampaikan,” ucapnya lagi.

Nomensen meminta kepada Asisten 2 agar menyampaikan keluhan dan aspirasi ke gubernur terkait dengan pembangunan infrastruktur. “Kami minta tolong, kasihan masyarakat kami, di Distrik Saifi. Jalan di sana kalau kendaraan mau jalan seperti sedang disko. Jalan dibangun supaya hasil-hasil kebun bisa dijual,” tandasnya.

Sementara itu, George Ronald Kondjol yang menjadi korban pengeroyokan ES dan kawan-kawan di asrama Sorsel Jalan Manunggal Besar Amban Manokwari, Rabu, (17/2) sekitar pukul 21.20 WIT telah melaporan kejadian yang dialaminya ke SPKT Polres Manokwari. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed