oleh

Api Abadi PON XX Diambil di Kabsor

Mahfud Md : PON Bisa Disaksikan Penonton

AIMAS – Kabupaten Sorong akan menjadi bagian dalam sejarah karena menjadi titik pengambilan api abadi PON XX Papua 2021. Rencananya, api abadi diambil dari PLTMG Pertamina EP Site Klamono pada tanggal 25 September mendatang. Api abadi diambil dalam bentuk lentera, kemudian akan diiringi oleh obor api PON yang lainnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Setelah pengambilan api abadi, kemudian dilanjutkan dengan kirab dengan rute dari PLTMG PT Pertamina EP Cepu Regional 4 Zona 14 Field Papua menuju Pendopo Kediaman Bupati untuk disemayamkan. Selanjutnya pada tanggal 27 September, api tersebut dijemput dan dibawa menuju Kantor Bupati Kabupaten Sorong untuk prosesi upacara penyerahan.

Informarsi yang diterima Radar Sorong, upacara penyerahan api abadi tersebut akan turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dan Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH. Api abadi akan diserahkan oleh Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si sebagai tuan rumah pengambilan api abadi kepada Gubernur Papua selaku Ketua Panitia Besar (PB) PON XX 2021.

Api abadi selanjutnya akan dibawa oleh tim terbang menuju Jayapura, namun sebelumnya akan ada kirab mengitari Kantor Walikota Sorong, sebelum kemudian menuju Bandara DEO Sorong. Obor api PON akan dimatikan sementara selama perjalanan udara, namun api abadi dalam bentuk lentera harus tetap menyala sampai tiba di tujuan akhir, Stadion Lukas Enembe.

Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,SH,MSi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kelancaran rangkaian kegiatan menuju PON XX Papua 2021. Bagi Bupati Sorong, menjadi tuan rumah pengambilan api abadi PON merupakan kehormatan yang luar biasa, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah Kabupaten Sorong untuk tidak mendukung kegiatan tersebut. “Api abadi PON akan diambil dari Klamono. Api itulah yang akan dinyalakan di Stadion Lukas Enembe pada saat pembukaan PON. Saya pikir ini suatu kehormatan luar biasa, karena dalam sejarah bangsa ini PON pertama di Papua, api PON di ambil dari tempat kita. Entah kapan lagi kita akan mendapat kesempatan serupa, bahkan saya pikir bisa saja ini adalah pertama dan terakhir PON di Papua. Jadi tidak ada alasan bagi kami tidak mendukung kelancaran perhelatan akbar ini,” kata Johny Kamuru.

Bupati berharap optimisme dari atlet-atlet Papua untuk mempersembahkan penampilan terbaiknya pada PON XX Papua 2021 ini. Dikatakan, sebagai tuan rumah para atlet sudah seharusnya menyuguhkan kemampuan terbaik yang dimiliki. “PON di daerah lain saja mereka bisa berikan yang terbaik, maka dengan mereka menjadi tuan rumah, tentu mereka akan termotivasi untuk mempersembahkan yang lebih baik lagi. Kita harus optimis, bahwa kita bisa,” imbuhnya. 

Sementara itu, pemerintah secara resmi mengumumkan pelaksanaan PON XX Papua bisa disaksikan langsung oleh penonton di setiap venue yang ada di 4 klaster penyelenggara. ” Untuk penonton boleh datang dan menyaksikan langsung di setiap venue selama penyelenggaraan PON Papua,” kata Menkopolhukam Mahfud MD usai meninjau langsung venue di Kabupaten Jayapura, Jumat (10/9) petang.

Meski begitu, warga yang bisa menyaksikan PON adalah yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ” Intinya boleh ada penonton namun syaratnya sudah menerima vaksinasi covid-19 tahap pertama serta menerapkan protokol kesehatan saat menyaksikan langsung di setiap venue pertandingan,” jelasnya.

Terkait jumlah penonton, Mahfud mengatakan akan disesuaikan dengan kapasitas setiap venue pertandingan. “Kalau soal jumlah akan disesuaikan dengan kapasitas setiap venue, jadi akan diatur sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia berharap agar syarat ini bisa diikuti masyarakat sehingga mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 setelah pelaksanaan PON. ”Harapan kita semua masyarakat patuh dengan kebijakan ini supaya tidak ada klaster baru setelah PON Papua digelar,” tandasnya. (ayu/al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed