oleh

APBD Maybrat Berkurang Rp 201 Miliar

Pembangunan Fisik Dipangkas

SORONG – DPRD Kabupaten Maybrat akhir Desember lalu menetapkan APBD Kabupaten Maybrat tahun anggaran 2021 sebesar Rp 840.159.608.000,-. Total nilai APBD 2021 ini menurun Rp 201 miliar lebih dibandingkan dengan APBD 2020 sebesar Rp 1.041.445.629.891,-.

Saat menyampaikan sambutan pada momen lepas sambut tahun baru 2021 pemerintah dan masyarakat Maybrat di Yukase Ayamaru Utara, Selasa (5/1), Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM mengatakan, penurunan nilai APBD 2021 dibanding tahun sebelumnya dikarenakan bencana global Covid-19. “Beberapa kebijakan strategis pembangunan di Kabupaten Maybrat terkena imbas dari bencana global Covid-19,” kata Bernard Sagrim.

Sagrim mengatakan, tahun ini tidak ada peningkatan anggaran dan pembangunan dibanding tahun sebelumnya, bahkan justru sebaliknya terjadi penurunan yang sangat signifikan. Beberapa kebijakan pembangunan ruas jalan nasinal di Kabupaten Maybrat, anggarannya terpaksa dihentikan. “Misalnya proyek peningkatan Jalan Yukase Ayamaru Utara-Mare yang nilai anggarannya kurang lebih Rp 13 miliar lebih terpaksa dihentikan oleh pemerintah pusat, padahal seharusnya proyek tersebut mulai dikerjakan tahun ini,” jelas Sagrim.

Kendati demikian, Sagrim mengatakan meski kondisi pembangunan yang tertatih-tatih, tetapi ada yang harus dikerjakan. “Sedikit (pembangunan) tapi bermanfaat untuk masyarakat,” katanya sembari menambahkan bahwa sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pemberdayaan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi prioritas pembangunan yang diperhatikan pemerintah.

Sementara itu, turunnya porsi APBD Kabupaten Sorong tahun 2021 sekitar Rp 300 miliar, berdampak pada kegiatan pembangunan fisik yang juga akan dipangkas. Pada tahun 2021, pemerintah akan fokus menggarap program kerja yang lebih prioritas, seperti pada proses pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Sorong, Dr Johny Kamuru,SH,MSi mengatakan, turunnya porsi APBD Kabupaten Sorong merupakan dampak dari turunnya transfer negara ke daerah, sebab sebagian anggaran digunakan untuk keperluan mendatangkan vaksin Covid-19 di tahun 2021 ini. “APBD turun karena transfer dari negara ke daerah juga turun. Sebab sebagian anggaran dipakai untuk keperluan mendatangkan vaksin,” kata Johny Kamuru.

Sekda Kabupaten Sorong Cliff Agus Japsenang menambahkan, pemangkasan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sorong merata hampir di setiap OPD teknis, terkecuali untuk infrastruktur terutama di PU. “Untuk pembangunan infrastruktur terutama di PU, beberapa mungkin masih kita pertahankan, apalagi jika tujuannya memang untuk mendukung aktivitas masyarakat,” katanya.

Sekda menjelaskan, turunnya porsi APBD Kabupaten Sorong selain berdampak pada pemangkasan kegiatan pembangunan fisik, juga berdampak pada pemotongan anggaran di DPRD. Untuk tahun 2021, DPRD hanya kebagian Rp 13 miliar untuk kebutuhan operasional selama setahun ke depan. “Yang dipotong tidak hanya anggaran dewan, semua OPD juga berkurang porsinya. Namun saya pikir jika dana tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya, jadi hanya program yang prioritas saja. Kuncinya kita harus melakukan perhitungan yang tepat dan matang sebelum menggunakan dana yang terbatas tersebut,” tandasnya. (ris/ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed