oleh

Antusias Penumpang Kapal Pelni Menurun

-Metro-138 views

SORONG – Antusias masyarakat Kota Sorong terhadap jasa angkutan laut kapal Pelni mulai menurun. Kepala PT Pelni Cabang Sorong, Marthin Heryanto mengungkapkan, beberapa kemungkinan yang melatarbelakangi hal tersebut  karena beberapa faktor.

“Awal-awalnya permintaan masyarakat memang tinggi sekali tetapi kemudian akhir-akhir ini sudah mulai menurun. Alasannya kemungkinan masyarakat ini sudah mulai menyadari bahaya Covid-19 sehingga menjadi lebih waspada. Kemudian kepentingannya untuk keluar dari kota Sorong juga sudah mulai mengecil. Atau kemungkinan ke-3, daerah yang akan dituju menerapkan regulasi yang mempersulit penumpang untuk mereka masuk ke daerah tersebut,” ungkap Marthin, Selasa (28/7).

Saat ini, lanjutnya, total armada kapal Pelni yang masuk ke Pelabuhan Sorong pun dibatasi. Jika sebelumnya total ada sembilan armada yang beroperasi, maka selama pandemi hanya ada lima armada kapal Pelni yang beroperasi dan masuk ke Sorong

“Jumlah armada juga dibatasi karena beberapa Pelabuhan lanjutan setelah Sorong masih terkunci. Jadi sekarang hanya lima kapal yang masuk ke Sorong dari normalnya sembilan armada,” kata Marthin.

Untuk jumlah tiket yang terjual, rata-rata sekitar 200 tiket untuk setiap kapal yang datang. Sementara, sejak awal beroperasi mengangkut penumpang, PT Pelni Cabang Sorong sendiri baru sekitar 14 kali menerima kapal masuk. Sehingga perkiraan sekitar 2.800an tiket sudah terjual selama masa pandemi.

Menurut Marthin berdasarkan tujuan keberangkatan rata-rata penumpang Kapal Pelni dari Pelabuhan Sorong, rute perjalanan favoritnya mengarah ke Barat. Seperti Makassar, Bau-Bau, Surabaya dan Jakarta.

“Tujuan keberangkatan penumpang selain di seputaran Papua, yang mengarah ke barat juga banyak. Tetapi yang jadi favorit, paling banyak penumpang turun di Makassar dan Bau-bau. Meskipun ada juga yang ke pulau Jawa seperti Surabaya dan Jakarta,” bebernya.

Penerapan protokol kesehatan dan persyaratan keberangkatan yang diterapkan terhadap penumpang di masa transisi new normal ini jugaaaih sama seperti sebelumnya. Baik dari ketersediaan kuota hanya 50 persen dari total seat dan wajib melakukan rapid test bagi setiap penumpang juga masih diterapkan. Sementara bagi penumpang dengan tujuan keberangkatan yang daerahnya masih terkunci, wajib memiliki surat izin masuk. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed