oleh

Antisipasi Bencana Kelaparan dengan Tokok Sagu

-Metro-193 views

SORONG– Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si mengajak masyarakat maupun pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Maybrat agar masuk hutan mengolah (tokok) Sagu sebagai bahan pangan lokal mengantisi dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan yang sedang melanda dunia.

Dirinya juga menegaskan supaya menjaga dan merawat dusun Sagu. ”Kami tahu bahwa di Maybrat masing masing marga ada punya dusun sagu, jadi mari sama – sama menjaga, merawat dusun sagu sebagai persediaan pangan lokal, ”tandasnya sembari menambahkan, meskipun pemerintah telah  menyalurkan bantuan bahan makanan, namun itu sangat terbatas, sehingga masyarakat diminta jangan bermalas – malasan di rumah tapi terus bekerja, salah satunya masuk hutan berkebun, sebagai langkah antisipasi berbagai kekurangan makanan atau antisipasi bencana kelaparan.

“Hari ini saya dan keluarga sudah memulai togok sagu, harapanya masyarakat juga melakukan hal yang sama untuk mengantisipasi bencana kelaparan akibat dari Covid-19,” tandasnya sembari menambahkan bahwa kepada masyarakat yang tidak miliki dusun sagu supaya mensiasatinya dengan barter (pertukaran barang) sagu dengan beras, ikan, dan lain sebagainya seperti tradisi orang Maybrat yang dulu dilakukan dulu oleh para orang tua.

Disinggung soal bantuan bahan makan, lanjut Sekda menjelaskan bahwa, bantuan pemerintah tetap disalurkan kepada masyarakat diantaranya yang sudah dilakukan adalah bantuan pemerintah yang bersumber dari APBD Maybrat. Ada juga bantuan pemerintah provinsi Papua Barat dan bantuan sosial dari Pemerintah Pusat. Selain itu, juga ada bantuan beras satu ton satu kampung yang bersumber dari dana kampung. (ris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed