oleh

Aniaya Sepupu, Moses Divonis 6 Tahun Penjara

-Metro-30 views

Terpidana kasus penganiayaan berujung kematian Moses Wanini, akhirnya dijatuhi putusan pidana. Hal itu setelah Majelis Hakim yang terdiri dari Deddy Thusmanhadi, SH, Muhammad Husnul Fauzi Zainal, SH dan Wara Laso Massudi Sombolinggi, SH menjatuhkan vonis pidana kepada Moses yang digelar pada Kamis (10/9) siang.

Moses Wanini dipastikan menerima hukuman berupa kurungan penjara selama enam tahun. Sebelumnya, yang bersangkutan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Mimika, Arthur Fritz Gerald SH selama tujuh tahun. “Menjatuhkan pidana kurungan penjara selama enam tahun kepada terdakwa,” baca Hakim Deddi Thusmanhadi dalam sidang.

Menurut Jaksa Fritz, dalam sidang yang digelar pada Kamis (27/8) lalu, Moses terbukti melanggar pasal subsider yang diajukan yakni Pasal 351 Ayat (3) KUHP. Dalam tuntutan Jaksa Fritz mengatakan, Moses terbukti sah melakukan penganiayaan yang berujung kematian pada korbannya, yang masih keluarga sendiri sesuai pasal yang didakwakan

“Jaksa menuntut agar pengadilan menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun dikurangi masa tahanan yang dijalani Moses,” ujarnya kala itu.

Tuntutan tersebut menurutnya sudah mempertimbangkan perilaku terdakwa Moses selama persidangan. Apalagi Moses disebut, belum pernah menjalani hukuman atas kasus kejahatan lainnya.

Moses yang dihadirkan secara daring meminta maaf atas perlakuannya. Ia mengaku menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak melakukan hal serupa kembali jika ia dibebaskan nanti.

Dalam sidang yang digelar dengan agenda putusan Kamis ini, baik Jaksa Fritz dan Moses Wanini dipastikan sama-sama menerima putusan yang disampaikan majelis hakim tersebut. 

Kasus penganiayaan berujung kematian ini sendiri terjadi pada Jumat 6 Maret 2020 lalu. Awalnya, Moses dan korban bernama Yohanis Wanini sama-sama minum minuman keras. Sampai hingga di batas tertentu, baik korban dan pelaku saling mendorong. Korban sendiri terjatuh dan kepalanya bagian belakang terbentur pada batu. Kejadian ini terjadi di sekitar Terminal Bus PT PAL. Baik korban dan terpidana adalah saudara sepupu. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed