oleh

Angkutan Umum di Pasar Remu Semrawut

-Metro-567 views

SORONG-Lapak pedangang kaki lima masih memenuhi ruas jalan Selat Lombok Pasar Sentral Remu, akibatnya angkutan umum terlihat masih semrawut karena tidak adanya terminal dan pengaturan kendaraan yang masuk ke Pasar Sentral Remu. Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Sorong, Zikri Helmi.

Menurutnya, semenjak terjadinya kebakaran di Pasar Sentral Remu beberapa tahun lalu, mengakibatkan para pedagang yang tempat jualannya ikut terbakar membangun lapaknya di badan jalan Selat Lombok.

 “Akhirnya banyak pedangang yang keluar dan membangun lapak dan menutup badan jalan. Diantaranya yang berada di depan Bank Arfindo yang sebelumnya merupakan jalan umum,” jelasnya kepada Radar Sorong, Senin (16/12).

Ia membeberkan, pihaknya telah melakukan rapat beberapa kali bersama stakeholder terkait untuk membahas penertiban angkutan umum yang menurutnya sulit untuk ditertibkan. Sehingga sampai saat ini belum ada tindak lanjut.

“Memang kondisinya sangat memperhatinkan, kami pernah turun lapangan bersama pihak kepolisian dan stakeholder lainnya. Kondisi ruas jalan tersebut sangat sempit, sedangkan jumlah angkutan umum di Kota Sorong  mencapai 1000 unit angkutan lebih,”terangnya.

Selain itu dikatakannya, angkutan umum tidak memiliki terminal sehingga semua angkutan umum berkumpul di Pasar Sentral. Pihak Dishub bersama dengan Kapolsek, Bhabinkamtibnas untuk penertiban 1 arah yang sudah mulai diterapkan di seputaran jalan masuk rumah papan. Namun, untuk di bagian dalam pasar sudah tidak bisa ditertibkan sebab sudah banyaknya para pedagang kaki lima.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, harus dengan stakeholder terkait salah satunya Satpol PP, dapat bersama-sama melakukan penertiban lapak-lapak yang berjualan di atas jalan umum. Karena fungsi jalan untuk kendaraan bukan untuk berdagang,”tuturnya.

Dikatakanya, hingga saat ini, belum ada solusi penertiban angkutan umun, pihaknya pernah menawarkan solusi dibukanya kembali ruas jalan tepat di depan Bank Arfindo, namun hingga saat ini belum ada kesepakatan dan para pedagang menolak. 

“Untuk penertiban kendaraan di dalam pasar, jika ada permintaan dari kepala UPT Pasar Sentral  Remu yang mengelola pasar, maka kami siap membantu untuk menjaga arus kendaraan khusus di dalam pasar. Sementara untuk di luar pasar menjadi tanggung jawab kami dan Polantas. Namun kalau memang belum ada permintaan, kami sifatnya menunggu saja,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed