oleh

Angka Perceraian Tertinggi di Kota Sorong

-Metro-332 views

SORONG-Kota Sorong mendapatkan peringkat tertinggi dalam kasus perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Sorong sepanjang tahun 2020, dan didominasi oleh masyarakat sipil, Rabu, (21/4).

Kepala Kantor Pengadilan Agama Sorong, H. Mohammad Aghfar Musyaddad, SH menjelaskan penanganan kasus sepanjang tahun 2020 sebanyak 378 kasus diantaranya perkara gugatan sebanyak 289 perkara yakni gugatan perceraian 279, gugatan warisan 4 kasus, penguasaan anak 1 kasus, harta bersama 2 kasus , poligami 2 kemudian isbat kontensius 1 kasus. Kemudian, perkara permohonan berjumlah 89, diantaranya Itsbat nikah 77, penetapan ahli waris 6, dispensasi nikah (pernikahan dibawa umur) 3, Perwalian 1,Wali Adhal 1 dan lain-lain 1.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Jumlah kasus perceraian tertinggi ada di Kota Sorong kurang lebih sekitar 140 kasus atau 50 persen dan didominasi oleh masyarakat sipil. PNS hanya sekitar 10 hingga 13 orang saja,”jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin

Setelah Kota Sorong, disusul oleh Kabupaten Sorong sekitar 60 kasus atau 35 persen sedangkan 15 persen sisanya di kabupaten-kabupaten tetangga. Menurut Aghfar pemicu perceraian, rata-rata karena masalah perekonomian.“Kalau dipresentasikan, masalah ekonomi sekitar 70 persen, perselingkuhan 20 persen sedangkan 10 persen lainnya seperti kasus KDRT murni, murtad, perjudian atau yang lain sebagainya,”terangnya.

Sepanjang penanganan kasus, sambung Kepala Pengadilan Agama Sorong, tidak ada kasus yang unik ataupun tidak biasa yang menjadi pemicu perceraian. Sementara itu, penanganan kasus di tahun 2021, khususnya sejak bulan Januari hingga 16 April 2021, sebanyak  514 kasus diantaranya kasus perceraian 121, Isbat nikah kontensius (tidak ada lawan) 5, ahli waris 1dan harta bersama 1 kemudian permohonan pengesahan nikah (Isbat Nikah) 386.

“Justru yang meningkat per April 2021 ini adalah Isbat Nikah sebanyak 386, rata-rata merupakan masyarakat Kabupaten Raja Ampat yang sudah melakukan pernikahan siri terlebih dahulu baru di sahkan. Karena letak geografis tempat tinggal mereka kan pulau-pulau dan tidak setiap pulau itu ada KUA,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed